Empat bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kompak menjalin sinergi pembayaran elektronik jalan tol (E-Toll Card) melalui layanan uang elektronik masing-masing. Perusahaan pelat merah itu antara lain, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) yang bersinergi dengan PT Jasa Marga.
Rencananya, kartu e-paymet toll keempat bank BUMN ini akan diberlakukan di 14 ruas tol secara bertahap. Kendati demikian, dihadapan Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengungkapkan kesulitan untuk menerapkan e-payment toll di Jakarta lantaran sebagian milik swasta.
"Yang menjadi masalah sekarang ini adalah ruas tol dalam kota yang memang tugasnya Jasa Marga, tapi sebagian ruas itu milik swasta seperti dari Cawang-Tanjung Priok-Pluit. Kami mohon semua tim untuk bekerja keras dalam bekerja sama karena penggunaan e-money di tol itu sudah sangat banyak," kata Adityawarman ditemui dalam peluncuran e-paynent toll Humbara di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Senin (21/3/2016).
Ia mengaku, telah berkomunikasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol agar penerapan e-payment toll ini dapat diimplementasikan di seluruh ruas toll di Indonesia.
"Kan yang punyak hak BPJT. Kita akan berkoordinasi dengan mereka agar membantu penerapan e-toll ini. Kami juga meminta dukungan dari masyarakat untuk meningkatkan penggunaan e-payment toll ini agar swasta juga bisa bergabung," katanya.
Ia pun mengaku akan terus berusaha agar implementasi gardu toll otomatis di dalam kota akan semakin bertambah 60 persen hinggak akhir 2016 sesuai yang ditargetkan oleh Rini Soemarno.
"Total semuanya 60 persen lah. Kalau Mandiri kan saat ini sudah 30 persen, kalau ditambah dengan tiga bank ini lagi pasti bisalah mencapai target itu," ungkapnya.
Adityawarman menambahkan,transaksi e-toll card di beberapa gerbang sangat tinggi mencapai lebih dari 20 persen. Di antaranya, kata dia, gerbang tol jorr rata-rata per harinya 23 . Sementara gerbang tol Cawang, Timang, Pluit 25 persen, Semarang 22 persen dan paling rendah di gerbang tol ring road 17 persen.
"Jumlah lalu lintas transaksi di semua gerbang tol Jasa Marga mencapai 110 juta transaksi per hari. Dari total itu, jumlah transaksi e-toll card sekitar 20 persen. Jadi kami yakin penetrasi e-payment akan terus naik," katanya.
Berita Terkait
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Tol Cikampek Jadi 'Neraka' Libur Panjang, Jasa Marga Buka Jalur Contraflow Sampai KM 65
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Jakarta Ditinggal 1,3 Juta Kendaraan Libur H+1 Natal, Arah Bandung dan Trans Jawa Favorit
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Mentan Amran: Impor Beras Amerika untuk Makanan Turis, Bukan Konsumsi Umum
-
Alasan Revisi Outlook Negatif Ekonomi Indonesia dari Fitch Ratings
-
Wacana Pelarangan Total Rokok Elektronik
-
3 Alasan yang Buat IHSG Ambruk Hari Ini
-
Ekspor Beras ke Arab Saudi Berisiko Terganggu Akibat Perang AS dan Israel vs Iran
-
Bulog Mulai Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji
-
SMBC Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 506 Miliar di 2025
-
Harga Emas Antam Melonjak akibat Konflik Global, Kapan Waktu Terbaik untuk Membelinya?
-
Laba Bersih FIF Tembus Rp4,63 Triliun Sepanjang 2025
-
Perang AS-Iran Terus Bergulir, Harga Minyak Mentah Dunia Makin Mahal