Suara.com - Untuk meningkatkan layanan serta memaksimalkan kemudahan bagi pengguna jasa kedua perusahaan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan Corporate Branding Debit Card atau disingkat Co-Branding Debit Card. Kerja sama tersebut secara simbolis dilaksanakan dalam bentuk penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam dan Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo, disaksikan oleh Menteri BUMN RI Rini M. Soemarno, bertempat di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Senin (21/3/2016).
Peluncuran Co-Branding Debit Card ini merupakan salah satu langkah nyata sinergi BUMN di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan performa masing-masing BUMN, agar layanan yang diberikan kepada pelanggannya bisa semakin optimal serta memberikan manfaat positif dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.
Menteri BUMN Rini M. Soemarno pada kesempatan tersebut menyambut baik dilaksanakan sinergi BUMN antara BRI dan Garuda Indonesia. Sinergi BUMN tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat terbaik untuk BUMN dan negara, sekaligus mendukung visi strategik BUMN sebagai pilar ekonomi negara.
“Sinergi yang telah terjalin, kami harapkan dapat terus dikembangkan sehingga dapat mendukung peningkatan daya saing, khsususnya melalui keunggulan produk dan layanan yang dimiliki masing-masing BUMN pada era globalisasi dan perdagangan bebas saat ini”, kata Rini.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo mengatakan bahwa peluncuran kartu debit Co-Brand BRI – Garuda tersebut merupakan upaya kedua perusahaan untuk mengoptimalkan potensi masing-masing perusahaan dalam memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna jasa untuk menikmati nilai tambah baik dalam layanan penerbangan maupun layanan perbankan.
Arif menambahkan, “Hadirnya kartu debit co-brand ini juga sejalan dengan demand pasar yang tinggi akan produk co-brand card yang memiliki benefit multifungsi. Co-brand card ini kami harapkan akan semakin mempermudah para pengguna jasa untuk mengumpulkan poin miles melalui alat transaksi pembayaran (debit card) dengan berbagai kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan.”
Sementara itu, menurut Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam, kerjasama ini merupakan salah satu langkah nyata sinergi BUMN di Indonesia yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan performa masing –masing BUMN untuk memberikan layanan optimal bagi pelanggannya dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi yang memberikan benefit atau manfaat bagi pengguna kartu debet BRI dan pengguna kartu Garuda Miles. Produk tabungan Bank BRI yang akan digunakan adalah produk BRITAMA BISNIS yang memiliki target market pada kalangan Middle-High. Proses pengajuan yang dilakukan juga sangat mudah dan tidak jauh berbeda terhadap pembukaan rekening baru di BRI.
“Diharapkan, sinergi ini akan berdampak positif bagi masing-masing perusahaan dan peningkatan pelayanan bagi seluruh masyarakat baik pengguna Kartu Debet BRI dan juga Kartu Garuda Miles,” tutur Asmawi Syam.
Secara umum fasilitas dan benefit yang diterima oleh pemegang kartu Co-Branding ini sama dengan pemegang kartu debit lainnya. Pemegang kartu Co-Branding BRI dan Garuda ini juga dapat melaksanakan transaksi keuangan di 10.612 unit kerja Bank BRI di Indonesia yang terkoneksi secara real time online. Ditambah lagi, pemegang kartu Co Branding juga dapat menikmati transaksi di 187.758 Electronik Data Capture (EDC), dan 22.792 ATM Bank BRI serta di semua merchant berlogo MasterCard.
Sementara itu, bagi nasabah yang aktif menggunakan Co-Branding Debit Card ini akan mendapatkan berbagai keuntungan yang menarik dari program Garuda Miles-Garuda Indonesia, di antaranya bagi pengguna yang aktif bertransaksi pada beberapa fitur pembelian tiket, akan mendapatkan Miles yang apabila diakumulasikan dalam jumlah tertentu dapat ditukarkan dengan banyak promo dan hadiah menarik dari Garuda Indonesia.
Berita Terkait
-
Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi
-
BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp500 Miliar, Tunjukkan Keyakinan pada Prospek Jangka Panjang
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN