Suara.com - Pasokan gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan tidak hanya mengalir ke rumah tangga, UKM, mal, hotel, industri dan pembangkit listrik. Gas bumi yang dipasok PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) juga dinikmati pesantren.
Salah satunya adalah Pesantren Terpadu Darul Muttaqin, Surabaya. Sudah hampir 5 (lima) tahun terakhir ini, pesantren tersebut memasak untuk sekitar 100 orang santri sehari-hari menggunakan bahan bakar gas bumi dari PGN.
"Kami menjadi pelanggan PGN sudah 5 tahun yang lalu, atau sejak awal 2011," kata Kepala Bidang Sarana Prasaranaa Darul Muttaqin, Luthfi Zamrono, dalam keterangan resmi, Selasa (5/4/2016).
Luthfi mengungkapkan, gas bumi tersebut digunakan untuk keperluan memasak sehari-hari untuk para santri yang menimba ilmu di pesantren.
"Pakai gas bumi ini memberikan kami kepastian pasokan 24 jam penuh kapanpun kami mau masak, karena yang kami layani ada sekitar 100 orang santri, jadi selama proses memasak tidak pernah terjadi hambatan," katanya.
Luthfi menambahkan, setiap bulannya pihaknya hanya mengeluarkan biaya pemakaian gas bumi Rp 750.000. Biaya ini jauh lebih hemat bila dibandingkan menggunakan LPG yang bisa mencapai lebih dari Rp 2 juta per bulan.
"Sebelumnya kami pakai LPG, tapi ketika beralih ke gas bumi, biaya yang dikeluarkan jauh lebih hemat. Kalau pakai LPG biaya yang kami keluarkan bisa tiga kali lipatnya. Kami juga tidak perlu repot lagi beli isi ulang tabung LPG, gas bumi mengalir dari pipa sampai ke kompor," tambahnya.
Kepala Komunikasi Korporat PGN, Irwan Andri Atmanto mengatakan, PGN merupakan satu-satunya badan usaha di Indonesia yang menyalurkan gas bumi ke berbagai segmen pelanggan, mulai dari rumah tangga, UKM, mal, hotel, restoran, industri, hingga pembangkit listrik serta transportasi.
"PGN juga menyalurkan gas bumi yang efisien dan bersih ke rumah sakit, sekolah dan juga pesantren seperti di Surabaya," kata Irwan dalam kesempatan yang sama.
Irwan mengungkapkan, saat ini PGN telah menyalurkan gas bumi ke lebih dari 107.690 rumah, lebih dari 1.850 pelanggan komersial seperti mal, restoran, dan rumah makan, serta lebih dari 1.529 industri besar dan pembangkit listrik.
"Kami menyalurkan gas bumi melalui pipa-pipa yang tersebar diberbagai daerah. Hingga saat ini pipa gas bumi PGN sepanjang lebih dari 7.000 km. Infrastruktur pipa yang dioperasikan dan dimiliki PGN ini setara 76% dari seluruh pipa gas bumi hilir di Indonesia," tutup Irwan.
Berita Terkait
-
Gus Lilur Desak Prabowo Libatkan Madura dalam Konversi LPG ke CNG: Jangan Rakyat Jadi Penonton
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara
-
Gibran Terdiam Saat Dengar Jawaban Santri di Jombang: Wah Kayak Debat Capres
-
Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah