Suara.com - Kementerian Koperasi dan UKM berupaya untuk mengubah pola pikir anak muda Indonesia agar gemar berwirausaha sejak dini.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS di Jakarta, Sabtu (16/4/2016), mengatakan pihaknya menggelar beragam pelatihan kewirausahaan.
"Ini untuk mendukung upaya perubahan pola pikir yang lebih ke arah wirausaha," katanya.
Ia mengatakan pelatihan bagi SDM KUMKM itu juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mengubah pola pikir anak muda di Tanah Air agar semakin gemar berwirausaha.
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Ruly Nuryanto menambahkan selama ini pola pikir masyarakat masih terpatri untuk mencari kerja setelah rampung menempuh pendidikan.
"Sekarang ini sudah enggak zamannya cari kerja lalu jadi bawahan, sekarang ini yang penting setelah selesai sekolah atau kuliah langsung jadi bos," kata Ruly.
Pada kesempatan itu digelar pelatihan SDM KUMKM yang dipusatkan di Auditorium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Ruly menjelaskan, pola pandang yang sudah terlanjur melekat dalam pola pikir masyarakat Indonesia cenderung mencari pekerjaan setelah lulus sekolah/kuliah sehingga kini sudah saatnya ditinggalkan karena pola pikir seperti itu.
"Seperti saya ini, dulu hanya berpikiran jadi karyawan enggak tahunya sampai sekarang tetap saja jadi bawahan sulit naik kelas enggak bisa jadi bos," katanya.
Pada kesempatan yang sama Asisten Deputi Standarisasi dan Sertifikasi SDM KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM Taty Ariati menambahkan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemahaman perkoperasian dan penciptaan wirausaha terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Menurut dia, dengan pelatihan ini diharapkan, bagi para pengelola koperasi, fasilitator, dan petugas penyuluh koperasi lapangan betul-betul memiliki kemampuan dan keterampilan secara profesional dalam mengelola bisnis koperasi.
"Kesempatan ini adalah sangat penting bagi para pengelola, karena belum tentu tahun depan ada lagi," katanya.
Pelatihan ini, kata Tuti diikuti 860 peserta, dari berbagai kabupaten atau kota di wilayah Provinsi Jawa Barat selama tiga sampai lima hari.
"Perhatikan baik-baik apa yang diajarkan, jangan disia-siakan," kata Tuty Ariati.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jabar Dudi Sudrajat Abdullah mengatakan pihaknya menyambut baik pelatihan yang digelar bagi 800 orang lebih warganya agar menjadi SDM KUKM yang semakin kompetitif.
Dudi mengatakan selaras dengan program Kementerian Koperasi dan UKM, pihaknya juga mendorong percepatan tumbuhnya wirausaha baru di Jabar.
"Belum lama ini kita juga baru saja menggelar pameran produk wirausaha baru di Gedung Sate," kata Dudi.
Kegiatan itu, kata Dudi, diikuti sekitar 1.000 wirausaha baru yang telah diseleksi dari 20.000 wirausaha baru yang tersebar di Jabar.
"Sudah tiga tahun ini kita menggalakkan program pencetakan wirausaha baru, setiap tahunnya ditargetkan lahir 20 ribu wirausaha baru," kata Dudi. (Antara)
Berita Terkait
-
5 Sepatu Vans yang Awet dan Masuk ke Semua Outfit, Andalan Anak Muda
-
Lari 100 Meter Naik Level: Dari Olahraga Jadi Hiburan Seru Bagi Anak Muda
-
Kreativitas Anak Muda Indonesia Besar, Tapi Akses Teknologi Masih Jadi Tantangan
-
Pemburuan Terbesar Sejak 98: 700 Anak Muda Diproses Usai Demo Agustus 2025
-
Raffi Ahmad Dorong Generasi Muda Ubah Kreativitas Jadi Bisnis di Era Ekonomi Kreatif
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Gaji Pensiunan Naik Tahun 2026? Ini Kata PT Taspen
-
Daftar Lengkap Tarif Listrik PLN Terbaru untuk Semua Golongan
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan
-
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN