Suara.com - Bagi sebagian orang, kartu kredit bisa membantu mendapatkan kemudahan dan keuntungan. Namun, sebagian orang juga merasa terbebani ketika kartu kredit menjadi salah satu beban utang. Keuntungan ataupun kerugian tersebut bisa terjadi dari pemegang kartu kredit tersebut.
Kesalahan bisa terlilit utang karena kartu kredit karena mereka tidak bisa mengontrol dan menghemat pengeluaran. Di sisi lain, pengguna kartu kredit yang tahu bagaimana memanfaatkan transaksi kartu kredit, tentu saja tahu bagaimana caranya mengontrol pengeluaran.
Bagi Anda yang selalu susah berhemat ketika menggunakan kartu kredit, Anda perlu cara-cara pintar dalam mengontrol pengeluaran. Selain cara pintar mengelola kartu kredit, Anda juga harus memiliki komitmen tinggi untuk menahan segala sesuatu yang tidak penting. Perlu diketahui, bahwa menetapkan komitmen memang mudah, tetapi menjalankannya sulit. Hati-hati bisa membuat Anda berbohong kepada diri sendiri.
Pada saat semua rencana belanja sudah ditetapkan pada awal bulan, seringkali ada berbagai kendala yang membuat perencanaan tersebut berantakan. Ketika uang menjadi kendala, seakan-akan rencana itu hanya tertulis dan tidak tahu kapan akan terealisasikan.
Pada titik itulah Anda melakukan kesalahan dalam mengatur keuangan. Untuk itu, Anda perlu cermat mengelola keuangan, khususnya ketika kartu kredit menjadi andalan untuk bertransaksi. Terkadang banyaknya diskon membuat Anda terus-terusan tidak mau menghilangkan kesempatan tersebut.
Bukan hanya itu, berbagai penawaran keuntungan dari pihak bank membuat Anda juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk ikut membuka kartu kredit. Jika Anda tidak bisa mengontrol keinginan untuk mengejar semua itu, pasti keuangan Anda akan kebobolan sendiri. Maka, ada 3 cara pintar berhemat dengan kartu kredit yang bisa membantu Anda agar bisa membuat Anda semakin semangat berhemat.
Bisa Mendapatkan Reward
Penawaran ini yang sering muncul ketika awal kali menanyakan kepada pihak bank untuk membuka kartu kredit. Reward yang didapat dari kartu kredit memang sedikit, tetapi jika dikumpulkan dari waktu ke waktu tentu akan menjadi banyak. Hal itulah yang bisa Anda lakukan jika ingin berhemat tanpa meninggalkan kartu kredit. Ketekunan dalam menghemat kartu kredit dengan mengumpulkan atau mencari reward memang membutuhkan kesabaran.
Anda perlu menunggu lebih lama untuk mengumpulkan poin, tetapi setelah poin bisa ditukarkan Anda mendapatkan barang yang sudah ditentukan oleh pihak penerbit bank kartu kredit tersebut. Selain itu, Anda juga harus teliti melihat apa saja yang bisa mendapat reward melalui transaksi menggunakan kartu kredit Anda. Anda harus jeli melihat promo-promo diskon jika menggunakan kartu kredit yang Anda pegang menawarkan reward diskon belanja.
Manfaatkan Poin
Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa setiap transaksi menggunakan kartu kredit pasti mendapatkan poin. Poin inilah yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan bonus. Biasanya poin bisa ditukarkan dengan voucher makan atau diskon masuk tempat wisata.
Tentu ini memberi kesempatan Anda untuk bisa mendapatkan tambahan hiburan dengan tetap menghemat keuangan. Misalnya, ketika poin kartu kredit Anda bisa ditukarkan dengan voucher makan, Anda bisa menambah keuntungan untuk bisa mencicipi menu makanan di tempat makan yang tertera dalam voucher tersebut. Namun, untuk bisa mendapatkan poin, sebaiknya Anda jangan melakukan transaksi ketika mendekati jumlah limit. Semakin Anda jarang bertransaksi mendekati limit, semakin Anda bisa mendapatkan poin yang besar.
Bisa Menggunakan Pembelian yang Tepat
Ketika Anda ingin memanfaatkan poin atau reward yang didapatkan. Pengguna kartu kredit akan lebih sering menggunakan debit sebagai transaksi. Pastikan Anda memilih yang tepat sesuai apa yang diperlukan. Pilihlah sesuai kebutuhan Anda, sehingga Anda lebih bisa berhemat lebih banyak dari barang kebutuhan Anda. Jangan tergiur dengan tawaran lain yang memang tidak diperlukan. Jika ada pilihan reward berupa voucher makan tidak ada salahnya untuk mengambilnya. Anda bisa menggunakannya bersama keluarga atau teman.
Perhatikan Jumlah Limit, untuk Mendapatkan Keuntungan Lebih Banyak
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan
-
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik