Suara.com - Anggota Komisi XI DPR Melchias Marcus menilai pemerintahan Presiden Joko Widodo terlalu optimistis terhadap penerimaan negara dari diberlakukannya kebijakan pengampunan pajak Hal ini menyusul langkah pemerintah menyerahkan RAPBP 2016 yang mencantumkan asumsi penerimaan negara perpajakan yang mencapai Rp1.527,1 triliun.
"Ini kan (tax amnesty) masih dalam pembahasan. Tapi sudah dimasukkan target penerimaannya dalam RAPBN," kata Marcus saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (6/6/2016).
Dia mempertanyakan apakah pemerintah sudah tahu siapa saja yang akan menjadi incaran untuk menggenjot target pajak tersebut. Pasalnya, jika belum ada kepastian akan membahayakan kondisi APBN Perubahan 2016.
"Yang berbahaya kalau ekspektasi penerimaan itu tidak terjadi. Karena ini, kan sesuatu yang unpredictable. Apakah Pak Menkeu sudah punya daftar target-targetnya? Karena ini dananya cukup besar," katanya.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan meyakini dengan adanya kebijakan tax amnesty, penerimaan negara akan bertambah sebesar Rp165 triliun dari penerimaan pajak. Hal tersebut diharapkan dapat menutupi defisit APBN 2016.
Berita Terkait
-
Praktisi Perpajakan Desak Perdebatan Tax Amnesty Segera Diakhiri
-
Pengamat: Revaluasi Aset dan Pajak Bukan Momok Bagi Wajib Pajak
-
Ini Jurus Menkeu Tampung Dana Repatriasi dari Tax Amnesty
-
Fadli Zon: Bisa Saja Prediksi Pemerintah Salah Soal Tax Amnesty
-
Menkeu Kantongi Data 6 Ribu WNI yang Simpan Duit di Luar Negeri
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil
-
Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik