Suara.com - Kurs dolar AS jatuh terhadap pound Inggris pada Selasa (28/6/2016) atau Rabu pagi waktu Indonesia barat pertama kalinya melemah, sejak Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa. Pengamat menilai ini karena selera investor terhadap aset-aset berisiko pulih dan permintaan greenback berkurang.
Euro dan Sterling mengalami kerugian besar dalam dua sesi sebelumnya, karena hasil dari referendum Inggris pada Jumat (24/6/2016) memicu kekhawatiran besar tentang stabilitas ekonomi Inggris dan kawasan Euro.
Sterling sempat anjlok 11 persen terhadap greenback, level terendah dalam 31 tahun. Yen Jepang melonjak ke tertinggi multi-tahun terhadap beberapa mata uang utama karena statusnya sebagai mata uang "safe haven".
Sterling pulih 0,9 persen terhadap greenback pada akhir perdagangan Selasa, karena para pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk pertemuan dua hari guna membahas keputusan Inggris untuk meninggalkan blok itu.
Pertemuan tersebut meningkatkan spekulasi bahwa para pembuat kebijakan dapat mengambil langkah-langkah untuk membatasi dampak Brexit terhadap ekonomi.
Dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,25 persen menjadi 96,301 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1046 dolar dari 1,1019 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3321 dolar dari 1,3192 dolar. Dolar Australia naik ke 0,7361 dolar dari 0,7343 dolar.
Dolar dibeli 102,77 yen Jepang, lebih tinggi dari 101,99 yen pada sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,9832 franc Swiss dari 0,9776 franc Swiss, dan merosot menjadi 1,3061 dolar Kanada dari 1,3092 dolar Kanada. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?
-
Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
-
Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial
-
Rupiah Loyo ke Rp16.823 per Dolar AS, Cek Kurs di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
-
Kurs Dolar AS Sudah Dijual Rp 17.000 di Bank-bank Besar
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?
-
Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?
-
Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah
-
UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air
-
Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T