- Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan pada Selasa, 6 Januari 2026, membuka di level Rp 16.746 per dolar AS.
- Kurs jual beli dolar AS bervariasi di perbankan seperti Mandiri, BNI, BRI, dan BCA pada tanggal tersebut.
- Data kurs jual beli dolar di berbagai bank menunjukkan fluktuasi harian untuk transaksi elektronik dan tunai.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih berada merosot pada Selasa, 6 Januari 2026. Pelemahan rupiah ini tentunya mempengaruhi kurs USD di perbankan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp 16.746 per dolar Amerika Serikat (AS). Lantas berapa kurs jual beli dolar di Indonesia?
Berikut daftar kurs dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA pada hari ini:
Bank Mandiri
Berdasarkan data Bank Mandiri per 6 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp 16.730 dan kurs jual Rp 16.760.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp 16.570 (beli) dan Rp16.870 (jual).
Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
BNI
Berdasarkan data BNI per 6 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp 16.756 dan kurs jual Rp 16.786.
Baca Juga: Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.740 terhadap Dolar Amerika Serikat
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp 16.585 (beli) dan Rp 16.885 (jual).
Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
BRI
Berdasarkan data BRI per 6 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp 16.735 dan kurs jual Rp 16.762.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp 16.650 (beli) dan Rp 16.850 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
BCA
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
Pilihan
Terkini
-
Inflasi Tinggi Mengancam di Awal 2026, Apa Dampaknya?
-
Nama-nama di Balik Bursa Kripto ICEX, Benarkah Ada Haji Isam dan Happy Hapsoro?
-
Dilema Pengetatan Defisit APBD 2026: Antara Disiplin Fiskal dan Risiko Penurunan Belanja
-
Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo
-
Tak Terbukti Dumping, RI Bisa Kembali Ekspor Baja Rebar ke Australia
-
Penggunaan SPKLU PLN Naik Hampir 500 Persen Saat Libur Nataru
-
Aturan Baru Soal Akuntan Dinilai Buka Peluang Kerja untuk Gen Z
-
Purbaya Siapkan Pembangunan Sekolah Terintegrasi Impian Prabowo, Apa Itu?
-
Ganti Jibor dengan INDONIA, BI Mau Buat Pasar Keuangan Lebih Transparan
-
Awas Bubble Pecah! Bahaya Mengintai saat IHSG Menuju Rp 10.000