Suara.com - PT Pertamina (Persero) menjanjikan penyediaan bahan bakar minyak lebih baik saat arus balik Lebaran 2016, yang diperkirakan mulai Jumat (8/7) hingga Senin (11/7).
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro di Jakarta, Kamis (7/7/2016), mengatakan pihaknya siap mengerahkan upaya terbaik untuk mengamankan pasokan BBM pada arus balik Lebaran.
"Belajar dari pengalaman arus mudik lalu, Pertamina menyiapkan antisipasi lebih baik untuk arus balik nanti. Selain memastikan ketersediaan stok, kami juga siapkan berbagai langkah 'contingency plan' untuk memastikan pasokan BBM kepada masyarakat lancar," katanya.
Menurut dia, stok BBM saat ini cukup aman, yakni Premium 22 hari, Pertamax 23 hari dan Solar 28 hari.
Wianda menyebutkan beberapa antisipasi tersebut, antara lain menyediakan lebih banyak kantong BBM di SPBU jalur mudik, menyediakan lebih banyak kios Pertamax, termasuk di tempat istirahat tol yang belum tersedia SPBU dan melaksanakan arus kendaraan berlawanan (contra flow) untuk mengantar BBM ke SPBU.
Selain itu, katanya, mengerahkan tangki BBM yang dilengkapi dengan mulut keran (nozzle) Premium, menyisir dengan enam mobil bak terbuka yang membawa drum berisi 1,5 kiloliter Pertalite dan Dexlite, dan Pertamax Series kemasan, serta mengerahkan motor yang membawa 40 liter Pertamax Series untuk diantar ke lokasi pemudik yang kehabisan BBM.
"Kami akan bekerja sama dengan aparat, termasuk pula diantisipasi adalah pencegahan pembelian BBM oleh pengecer liar," kata Wianda.
Catatan Pertamina, konsumsi Pertamax dan Pertalite menjadi penopang utama penyediaan BBM selama arus mudik Lebaran 2016.
Hingga 6 Juli 2016 pukul 00.00 WIB, konsumsi Pertamax melonjak hingga 126 persen di atas penyaluran normal 11.250 kiloliter per hari dan Pertalite 139 persen dari normal 10.000 kiloliter per hari.
"Dalam empat hari terakhir sebelum Lebaran, penyaluran Pertamax dan Pertalite tembus hingga 40.000 kiloliter per hari," kata Wianda.
Penyaluran Premium hanya 93 persen dari normal 70.566 kiloliter per hari dan Biosolar 96 persen dari normal 35.319 kiloliter per hari. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP
-
Gubernur Target Bank Jakarta Segera IPO Saham, Ini Persiapannya
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Merah Turun Drastis, Daging Sapi Naik
-
Kenaikan Harga Emas di Pegadaian, Beli Kemarin Sudah Dapat Untung Banyak
-
Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global
-
Indonesia Semakin Dekat Garap Proyek Nuklir Bareng Rusia
-
Target Harga BUMI Saat Sahamnya Hancur Lebur Ditekan Aksi Jual Massal
-
Mengenal ORI029: Imbal Hasil Tetap Hingga 6 Tahun dan Cara Beli
-
Profil PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP): Pemegang Saham dan Kinerja
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Bisa Dibeli Hari Ini, Simak Jadwal Lengkapnya