Presiden Jokowi kembali telah lakukan Presiden Joko Widodo kembali telah melakukan bongkar pasang reshuffle jajaran kabinet kerja yang kedua. Dari sejumlah rotasi itu, tim ekonomi menjadi keriuhan sorotan masyarakat.
Menanggapi perombakan besar kali ini, Waksekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Dipo Ilham turut mengapresiasi hasil reshuffle terbaru dinilainya lebih ideal, tepat, dan lebih kuat, terlebih poros tim ekonomi yang berkelas. Sebab, sejumlah indikator ekonomi yang ada selama ini masih pesimis dan kurang meyakinkan perlu dipacu lagi agar lebih mempuni, termasuk mengembalikan performa ke arah optimis.
Seperti diketahui, performa pertumbuhan ekonomi garuda tak sampai 5 persen, tepatnya turun ke level 4,9 persen pada kuartal I tahun 2016 ketimbang kurtal seblumnya yang mencapai sekitar 5 persen. Bahkan, sebelumnyan juga lembaga ternama standar & poor’s sempat menurunkan catatan investasi Indonesia ke level pesimis.
“Komposisi resuffle kali ini lebih meyakinkan dan ideal ketimbang formasi poros tim ekonomi sebelum-sebelumnya. Sehingga ini menjadi angin segar memacu ekonomi ke depan agar lebih bertaji dan kembali optimis,” ujar politisi muda PAN itu dalam keterangan resmi, Senin (1/8/2016).
Tokoh muda Jambi itu mengatakan, saatnya mengurangi hegemoni keriuhan reshuffle dan saatnya kembali menatap tantangan krusial kedepan kian nyata yang harus dihadapi, seperti salah satunya terkait persoalan perbaikan kondisi fiskal. Penerimaan pajak per Juni 2016 saja baru mencapai Rp518 triliun. Sementara target yang dipatok sangat ambisius sekitar Rp1360 triliun. Tax Amnesty di level teknis juga sangat penting untuk diperhatikan agar tak meleset dari target dan menjadi beban bertumpuk.
“Fiskal kita ini tantangan krusial. Bahkan sekalipun, ada atau tidaknya tax amnesty pun tetap menjadi keharusan untuk bekerja keras menggenjot penerimaan Negara,” kata Dipo yang juga Fungsionaris Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI).
Selain perbaikan indikator ekonomi, sebenarnya ada hal yang sangat dibutuhkan rakyat dan mendasar ialah stabilitas harga pangan dan ketersediaan lapangan kerja karena sensitif terhadap beban rakyat serta efektivititas selusin paket kebijakan ekonomi yang tampak resisten.
Dari segi stabilitas pangan saja, dirinya merasa cukup miris lantaran sebelumnya stabilitas harga pangan telah gagal dikendalikan sampai-sampai pemerintah tampak kelabakan hingga perluasan zonasi impor daging sapi dan tak kalah menyedihkan muncul impor jeroan sapi maupun jeroan kerbau yang patut disayangkan. Kendati demikian, ia mengaku tetap optimis dan berharap ekonomi garuda bisa kembali pulih ke arah fundamentalnya.
“Rakyat sangat mendambakan harga pangan yang stabil dan tersedianya lapangan kerja. Salah satu pelicin itu semua, setidaknya semacam lusinan paket kebijakan yang tampak resisten dan kurang berdampak harus di evaluasi agar lebih greget. Masa sampai muncul impor jeroan sapi atau kerbau itu kan gak lucu ya,” tutup Dipo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah
-
Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan
-
GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan
-
Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik
-
Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru
-
Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas
-
Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850
-
Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI
-
88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit
-
Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas