PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan menggenjot pendapatan melalui digitalisasi, yakni dengan memperluas akses penjualan secara elektronik atau "e-commerce".
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Arif Wibowo, usai konferensi pers di Jakarta, Senin (1/8/2016), mengatakan saat ini saluran distribusi atau "distribution channel" pembelian tiket melalui media digital atau elektronik masih 22 persen, dibandingkan nondigital 78 persen di Triwulan II Semester I 2016.
"Saya belum menaruh target besar karena ini merupakan proses panjang, tapi kalau bisa 30 persen sampai akhir tahun ini," katanya.
Arif mengatakan penggunaan berbasis digital masih sangat kurang, bukan hanya domestik, tetapi juga di pasar internasional, yaitu di Australia, Jepang, Korea, Cina dan Eropa.
Dia menjelaskan dengan memperluas saluran distribusi melalui "platform" digital, seperti situs atau aplikasi di telepon genggam, maka pelanggan akan semakin "dekat" secara personal.
"Semakin individual seseorang dalam bertransaksi, dia semakin loyal dan pada saat yang bersamaan, kita akan tempel dengan 'values' yang lebih serta kemudahan-kemudahan lainnya," katanya.
Dia mencontohkan sistem penghitungan mil penerbangan atau "mileage" pada Garuda Frequenty Flyer, bisa dimanfaatkan untuk dihubungkan ke bank-bank atau institusi lain.
"Semakin mudah kita 'tempel', semakin banyak 'values' yang diberikan kepada pelanggan yang tidak bisa dimiliki oleh maskapai lain," katanya.
Dengan demikian, lanjut dia, bisa menggenjot pendapatan ke perseroan, terlebih dengan membuka kerja sama dengan mitra bisnis, seperti bank.
"Ini pun bukan hanya di domestik saja yang kurang menggunakan 'web-based' (berbasis situs), tetapi di Australia, Jepang, Korea, China dan Eropa masih kecil porsinya," katanya.
Arif juga tidak akan berfokus pada pasar penumpang, tetapi juga pasar kargo yang harus difasilitasi sistem penjualan elektroniknya.
"Salah satu yang menghasilkan pendapatan adalah dari 'ancillary business' (bisnis pendukung), seperti kargo, tapi harus ditopang dengan 'e-commerce' yang kokoh," katanya.
Dia menambahkan tidak tertutup kemungkinan bagi Garuda untuk menjalin usaha patungan (joint venture) dengan perusahaan layanan kurir dalam upaya tersebut.
"Agar 'digitalizing' bukan hanya 'port to port' (dari pelabuhan ke pelabuhan) tapi dari 'port to door' (pelabuhan ke pintu) dan 'door to door' (pintu ke pintu)," katanya.
Pasalnya, dia mengatakan kargo telah menjadi pondasi perusahaan pada 2016 karena berkontribusi pada pendapatan selama Semester I 2016.
Pendapatan dari kargo naik delapan persen atau naik menjadi 107,78 juta dolar AS atau naik delapan persen dari 99,8 juta dolar AS pada periode yang sama 2015.
Sedangkan, penumpang yang diangkut 16,6 juta penumpang dengan tingkat ketepatan waktu penerbangan (OTP) 91,3 persen pada Semester I 2016. (Antara)
Berita Terkait
-
Garuda Indonesia Rugi 63,2 Juta Dolar AS di Semester I 2016
-
Siangapore Airlines akan Terbang Non Stop Singapura-Manchester
-
Garuda Sajikan Masakan Nusantara di Penerbangan dari Inggris
-
Tiket Garuda Indonesia Jurusan Biak-Makassar-Jakarta Habis
-
BRI & Askrindo Dukung Klaim Asuransi Customer Garuda Indonesia
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Rupiah Perkasa, Dolar AS Ambruk ke Level Rp16.730
-
Sempat Kena Suspensi BEI, Emiten PBSA Optimis Target Pendapatan Tercapai
-
Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Longsor 6 Persen ke Level 8.393
-
Wabah Penyakit Superflu Bakal Buat Klaim Asuransi Kesehatan Naik
-
Askrindo Pertahankan Sertifikasi Anti Suap
-
Dua Bank Sudah Bangkrut Sepanjang 2026, Terbaru PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR)
-
Rekomendasi Saham-saham IHSG Hari Ini saat Dibayangi Aksi Profit Taking
-
LPS: 15,3 Juta Jiwa Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening
-
Harga Emas Turun, di Pegadaian Hari Ini Jadi Lebih Murah
-
Jelang Ramadan, Pemerintah Petakan 7 Komoditas Paling Rawan Picu Inflasi