Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime menyatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari Senin (1/8/2016) setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa tingkat inflasi Indonesia di bulan Juli menurun menjadi 3,21 persen secara tahunan. Karena itu, harapan pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia pun meningkat. Sentimen terhadap ekonomi Indonesia tetap bullish dan data domestik yang positif dapat membuat Rupiah semakin berkibar.
"Kita perlu mengingat bahwa optimisme bahwa bank sentral akan mengintervensi adalah salah satu faktor utama yang memperkuat saham global. Karena harapan pasar semakin besar bahwa Bank Indonesia akan melonggarkan kebijakan moneter demi mencapai stabilitas ekonomi dan pertumbuhan, IHSG dapat semakin menguat," kata Lukman dalam keterangan resmi, Selasa (2/8/2016).
Pasar saham berusaha bertahan walaupun bank sentral waspada
Saham global mungkin akan kesulitan untuk terus menguat apabila optimisme tentang intervensi bank sentral untuk menstabilkan situasi finansial mulai pupus. Setelah pekan lalu Bank of Japan ternyata di luar dugaan tidak mengeluarkan stimulus moneter seperti apa yang diharapkan pasar, selera risiko investor sangat tertekan. Pasar Asia menampilkan sinyal kelemahan pada perdagangan hari Senin (1/8/2016) karena kombinasi antara keputusan BoJ dan data manufaktur China yang kurang menggembirakan membuat investor menghindari aset berisiko. Walaupun pasar saham Eropa menguat pekan lalu karena reli saham perbankan, situasi dapat berbalik pekan ini apabila penurunan harga minyak dan ketidakpastian situasi menjadi motivasi bagi investor bearish untuk menyerang.
"Walaupun Wall Street meningkat dengan cukup mengesankan, melambatnya pasar Asia dan Eropa hari ini dapat menghambat reli tersebut," ujar Lukman.
Pasar saham dunia saat ini sangat sensitif dan menghadapi tingkat volatilitas yang tinggi karena bank-bank sentral berdiam diri, ketidakpastian masih bertahan, harga emas merosot, dan pertumbuhan global masih mengkhawatirkan. Salah satu faktor pendorong utama dari reli pasar saham adalah spekulasi mengenai intervensi bank sentral. Namun begitu, mengingat bank-bank sentral ternyata belum juga mengambil tindakan, keberlangsungan reli ini harus dipertanyakan. Investor akan memantau rapat kebijakan Bank of England pekan ini yang dapat menyebabkan pasar global semakin lesu apabila bank sentral ini tidak mengeluarkan tindakan apa pun.
Selain itu, sentimen terhadap ekonomi Inggris sangat terpukul karena PMI manufaktur Inggris bulan Juli anjlok menjadi 48.2 sehingga meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi negara ini. Manufaktur Inggris sepertinya menanggung dampak negatif yang sangat berat pasca Brexit. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong Bank of England untuk mengambil langkah demi mengembalikan stabilitas ekonomi. Walaupun berdiam dirinya bank-bank sentral masih menjadi masalah bersama di pasar finansial, BoE mungkin harus keluar dari tren ini apabila PMI konstruksi dan PMI jasa pun memburuk. Posisi GBP tetap rentan dan dapat semakin merosot sebelum keputusan suku bunga BoE karena ketidakpastian Brexit mengganggu selera investor terhadap mata uang ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!