Bisnis / Keuangan
Kamis, 04 Agustus 2016 | 19:50 WIB
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Nggak ada orang yang mau hidup boros. Tapi gak sedikit orang yang terjebak kebiasaan boros, lalu rugi sendiri. Semoga kita gak termasuk di antaranya. Kebiasaan boros bisa dihindari kalau kita mau sedikit berkorban. Soalnya, kita mesti menjauh dari aktivitas yang terbilang enak-enak.

Nggak mesti jauh-jauh amat. Cukup menjaga jarak agar gak telanjur keblinger dan tenggelam di dalamnya.

Berikut ini cara untuk menendang kebiasaan boros:

1. Kurangi rokok

Mengurangi rokok di sini bukan berarti meminta rokok dari teman, meski itu termasuk penghematan juga sih. Daripada dibilang rokok modal napas doang—karena rokok dan koreknya minta—mending stop merokok sekalian.

Alasan kesehatan, itu sudah pasti. Yang juga pasti adalah alasan keuangan. Coba kalau duit rokok sehari, Rp 20 ribu, misalnya, disimpan. Kalikan 30 hari, udah Rp 600 ribu masuk tabungan, gak habis terbakar.

Tapi ini hanya berlaku buat yang punya hobi merokok, ya. Tapi bisa juga buat pasangannya. Kalau pacarmu suka merokok, bilang, “Mas/Dik, udah siap modal nikah, ya? Kok duitnya dibakar terus tiap hari?”

2. Jalan saja

Masak, mau ke minimarket deket rumah saja kudu naik sepeda motor? Jalan saja. Udah sehat, lebih ngirit pula. Nggak perlu bayar “duit parkir”, yang sebenarnya palakan kelompok preman setempat karena nggak resmi. Nggak perlu juga keluar duit bensin lebih banyak. Apalagi kalau bensinnya Pertamax.

Beda urusannya kalau tempatnya jauh, mesti pakai kendaraan. Ini berlaku juga buat pergi ke tempat lain, misalnya kantor. Hitung pengeluarannya, mana yang lebih ngirit. Mungkin saja lebih banyak duit bisa dihemat kalau naik angkot.

3. Turun tangan

Di mana-mana, kalau urus sesuatu pakai perantara pasti keluar lebih banyak duit. Coba deh kita urus sendiri, pasti lebih murah. Hindari calo biar nggak keluar duit berlebih. Orang sering pakai alasan sibuk, nggak punya waktu, dan sebagainya buat pakai calo.

Pertanyaannya, masak, sih, nggak bisa meluangkan sedikit waktu saja. Demi pundi-pundi agar lebih terisi, lho. Lagian, kalau pakai calo berarti kita ikut melanggengkan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Hayo, yang suka marah-marah sama koruptor. 

4. Matikan listrik

Pada tahu belum, alat listrik yang nyolok di steker itu masih mengisap daya. Artinya, ada biaya yang mesti kita bayar walau alat itu lagi nggak digunakan. TV, misalnya, meski dalam kondisi mati, ia tetap memakai listrik buat stand-by. Charger handphone juga begitu. Masih mau bayar listrik meski lagi nggak menikmatinya?

Load More