Startup Bitcoin terbesar di Nusantara bernama Bitcoin Indonesia, yang juga dikenal dengan Bitcoin.co.id, menunjuk Bapak Toto Sugiri sebagai penasihat perusahaan. CEO Bitcoin.co.id, Oscar Darmawan mengatakan bahwa dengan bergabungnya Bapak Toto Sugiri menjadi hal yang luar biasa ke depannya di industri digital dengan bimbingannya yang cemerlang.
“Ini luar biasa, kami yakin bisa semakin besar di industri teknologi Blockchain. Berbagai perusahaan TI telah lahir melalui tangan dingin Pak Toto dengan kreasi tanpa henti seperti data center bersertifikasi Tier 4, digital banking, micro payment, digital retail payment point, serta e-commerce. Inovasi-inovasi tersebut akan memiliki dampak yang besar di dunia teknologi Indonesia,” tutur Oscar Darmawan di Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Visi dan inovasi yang tajam pada dunia digital diyakini akan membuat kontribusi teknologi Blockchain dan Bitcoin semakin nyata pada pasar Indonesia khususnya di sector finansial. Hal ini selaras dengan visi Bitcoin Indonesia menjadi bursa Bitcoin maupun Digital Commodity lainnya dengan platform perdagangan yang paling aman untuk digunakan oleh penggunanya.
“Visi kami adalah mengembangkan jaringan Blockchain—sebutan untuk teknologi yang berada di belakang Bitcoin yang nantinya bisa turut serta membangun ekosistem digital di Indonesia yang lebih baik. Kami berperan aktif mengedukasi terkait penggunaan teknologi Blockchain agar tidak ketinggalan dengan Negara seperti Cina, AS dan Eropa” tutur Oscar Darmawan yang mendapatkan rekor MURI saat pernikahannya itu.
Meskipun belum ada regulasi yang pasti dari pemerintah maupun Bank Indonesia, Bitcoin Indonesia berusaha untuk selalu patuh dan proaktif dengan regulasi yang ada terkait dengan transaksi finansial di Indonesia.
“Kami bekerja sejalan dengan lembaga-lembaga perbankan yang ada, bukan berdiri sebagai kompetitor. Kami sadar dan menyetujui posisi Bitcoin yang tidak dianggap sebagai mata uang oleh Bank Indonesia. Yang benarnya kami memandang Bitcoin maupun Blockchain sebagai sebuah bentuk teknologi yang semakin dinamis,” tuturnya.
Berdiri pada tahun 2013, Bitcoin Indonesia adalah salah satu startup bitcoin pertama di Indonesia yang kini memproses transaksi perdagangan Bitcoin dengan Rupiah. Dalam waktu singkat, telah hampir 200.000 member yang menggunakan layanan Bitcoin.co.id. Perusahaan ini menjadi pelopor berdirinya Asosiasi Blockchain Indonesia, dan senantiasa aktif menyebarkan edukasi terkait penggunaan dan perdagangan Bitcoin yang sejalan dengan regulasi di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya