PT Freeport Indonesia harus gigit jari mulai hari ini. Pasalnya, anak perusahaan Freeport McMoran dari Amerika Serikat (AS) tersebut harus menghentikan ekspor konsentrat mineralnya sejak Senin (8/8/2016). Kondisi ini terjadi akibat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memberikan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) kepada PT Freeport Indonesia untuk enam bulan ke depan.
Pemerintah sendiri masih mengevaluasi permohonan pengajuan ekspor konsentrat Freeport tersebut. Selain itu, pemerintah juga belum bisa memastikan kapan SPE itu diberikan.
Mengacu Peraturan Menteri Nomor 05 tahun 2016 tentang tata cara persyaratan pemberian rekomendasi pelaksanaan penjualan mineral ke luar negeri, diketahui bahwa meskipun progres fasilitas pemurnian dan pengolahan mineral (smelter) belum mencapai progres, Freeport tetap bisa melakukan ekspor, karena progres dihitung dari tahun sebelumnya.
Freeport sendiri dikabarkan meminta kuota ekspor sekitar 1,42 juta ton konsentrat meningkat dibanding enam bulan sebelumnya yakni 1,03 juta ton konsentrat.
Sementara Vice President Corporate Comunication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama berharap pemerintah akan segera mengeluarkan izin ekspor segera. "Kami berharap pemerintah akan segera mengeluarkan izin ekspor segera," kata Riza saat dihubungi Suara.com melalui pesan pendek, Selasa (9/8/2016).
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya