Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko menegaskan bahwa dua investor pemilik Blok Masela, yakni Inpex dan Shell tidak akan hengkang dari Blok Masela. Menurutnya, raksasa industri minyak dan gas (migas) asal Jepang dan Belanda tersebut akan tetap bertahan untuk mengelola Blok Masela.
"Saya kira sampai saat ini mereka sudah menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di Blok Masela," kata Sujatmiko saat dihubungi Suara.com, Senin (4/7/2016).
Ia menjelaskan pembicaraan mengenai kelanjutan nasib pengelolaan Blok Masela antara Inpex dan Shell dengan Pemerintah Indonesia terus berlangsung. Bahkan pembicaraan sudah sampai kepada Presiden Joko Widodo. Hanya saja ia tak bisa memastikan kebenaran informasi permintaan Inpex dan Shell kepada Presiden Jokowi untuk memberikan jaminan tertulis mengenai penetapan pengelolaan Blok Masela dengan skema kilang darat (onshore). "Kalau soal itu, saya belum dapat informasi," jelas Sujatmiko.
Namun ia menegaskan kedua perusahaan tersebut sudah setuju untuk merevisi Plan of Development (POD) Blok Masela dari skema kilang terapung di laut (offshore) menjadi kilang darat. "Jadi tak ada masalah lagi soal itu," tutup Sujatmiko.
Sebagaimana diketahui, pembangunan Blok Masela ini kemungkinan besar akan mundur dari jadwal yang pernah ditetapkan oleh investor dan pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Sudirman Said menyatakan Final Investment Decision (FID) kemungkinan akan mundur dari jadwal yang ditargetkan pada 2018 mendatang.Itu artinya, kemungkinan besar jadwal onstream Blok Masela bisa mundur dari target saat ini, yakni pada tahun 2024.
Pengunduran jawal ini tak lepas dari keputusan Presiden Jokowi yang terlambat dalam memutuskan skema pengelolaan Blok Masela yang seharusnya sudah diputuskan pada Oktober 2015. Namun ditengah jalan, terjadi perdebatan keras antara Menteri ESDM Sudirman Said dengan Menko Maritim Rizal Ramli. Sudirman condong Blok Masela dikelola dengan kilang terapung, sementara Rizal Ramli memilih opsi kilang darat. Presiden Jokowi baru memutusan skema pengelolaan kilang darat untuk Blok Masela pada 23 Maret 2016.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek