Kementerian Perhubungan bersama Komisi V DPR RI membahas RKA K/L Kementerian Perhubungan RI dalam Nota Keuangan RAPBN Tahun 2017 di ruang rapat Komisi V DPR-RI, Rabu 7 September 2016. Rapat kerja yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi V DPR-RI Farry Jemy Francis dihadiri Menhub Budi Karya Sumadi bersama pejabat eselon I, II Kementerian Perhubungan. Menhub Budi dalam pemaparannya menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2017 Kementerian Perhubungan dengan tema "Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi untuk Meningkatkan Kesempatan Kerja serta Mengurangi Kemiskinan dan Kesenjangan Antar Wilayah”.
Menhub Budi juga menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pelayanan umum di bidang transportasi mempunyai peran strategis dalam rangka pemerataan pembangunan antar wilayah dengan menitikberatkan pada wilayah timur, daerah tertinggal, kawasan perbatasan, pulau-pulau kecil dan daerah terpencil sehingga mampu memacu pertumbuhan ekonomi, menambah kesempatan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antar wilayah.
Pada Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2017, Kementerian Perhubungan menetapkan kebijakan pembangunan sektor perhubungan yaitu pertama, melanjutkan pemberian jaminan serta peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi sesuai dengan amanah UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, UU No. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu-Lintas Angkutan Jalan serta melanjutkan peningkatan kapasitas layanan transportasi umum dan kedua, meningkatkan konektivitas transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian serta pengembangan transportasi antarmoda dengan tetap berpegang pada amanah UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Menhub Budi juga menyoroti rencana peningkatan kualitas personil di bidang transportasi baik di pusat, daerah maupun operator melalui pendidikan singkat dan pendidikan berstrata di sekolah-sekolah yang ada di Kementerian Perhubungan, yaitu STTD, STIP, STPI dan lainnya. Terkait rencana pengambilaihan terminal type A dan jembatan tibang, Menhub Budi menyampaikan bahwa hal ini akan dilakukan secara bertahap.
“Untuk secara bertahap mengambil alih pengelolaan operasional terminal type A dan jembatan timbang di seluruh wilayah Indonesia termasuk pembinaan SDM-nya”, ujar Budi.
Lebih lanjut lagi, Menhub Budi menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan juga telah menetapkan target dan prioritas pembangunan dalam RAPBN Tahun 2017 antara lain sebagai berikut:
Penyelesaian Proyek KDP (Konstruksi Dalam Pengerjaan);
Penyelesaian kegiatan kontrak tahun jamak (Multiyears Contract Project) baik yang sudah disetujui oleh Menteri Keuangan maupun dalam proses pengusulan;
Pemberian jaminan dan peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi;
Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana transportasi;
Peningkatan kualitas pelayanan transportasi;
Mengefektifkan beroperasinya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ);
Dukungan transportasi dalam rangka konektivitas terhadap Program Prioritas Nasional yang telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional/ KSPN, Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri serta Kawasan Tertinggal, Terdalam dan Perbatasan Negara);
Pelayanan keperintisan angkutan jalan, penyeberangan, angkutan laut, angkutan udara dan angkutan perkeretaapian termasuk subsidi angkutan ternak dan subsidi angkutan barang dalam rangka tol laut;
Pengelolaan 143 terminal tipe A dan 123 jembatan timbang di seluruh Indonesia termasuk pegawainya sebagai pelaksanaan amanah UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
Peningkatan hubungan dan kerjasama internasional dalam rangka memantapkan posisi Indonesia dalam Organisasi Transportasi Internasional seperti IMO dan ICAO dengan menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan sidang dan pertemuan internasional : ASEM Transport Minister Meeting, EURASIA Expert Group, Indonesia-Australia Transport Safety and Security Forum dan Pertemuan BIMP-EAGA ke 12.
Terkait dengan Pagu Anggaran Kementerian Perhubungan dalam RAPBN Tahun 2017 pada Rapat Kerja pada Tanggal 19 Juli 2016 dan Rapat Dengar Pendapat pada Tanggal 25 Juli 2016 Kementerian Perhubungan dengan Komisi V DPR-RI telah disepakati sebesar Rp 50,512 triliun, selanjutnya sesuai dengan Surat Menteri Keuangan Nomor : S-635/MK.02/2016 Tanggal 5 Agustus 2016 Tentang Penyesuaian (Penghematan) Pagu Anggaran K/L TA 2017 ditetapkan bahwa Pagu Anggaran Kementerian Perhubungan Tahun 2017 dilakukan penghematan atau pemotongan sebesar Rp. 1,780 triliun sehingga menjadi sebesar Rp. 48,732 triliun dengan Rincian menurut Unit Kerja Eselon I diusulkan sebagai berikut:
Sekretariat Jenderal Rp.0,526 Triliun
Inspektorat Jenderal Rp. 0,090 Triliun
Ditjen Perhubungan Darat Rp. 4,522 Triliun
Ditjen Perhubungan Laut Rp. 11,662 Triliun
Dirjen Perhubungan Udara Rp. 9,306 Triliun
Ditjen Perkeretaapian Rp. 18,031 Triliun
Badan Litbang Rp. 0,124 Triliun
Badan Pengembangan SDM Perhubungan Rp. 4,347 Triliun
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Rp. 0,120 Triliun
Dari total pagu anggaran sebesar Rp. 48,732 Triliun tersebut, Kementerian Perhubungan membagi dalam 4 (empat) fokus prioritas program/kegiatan Tahun 2017 sebagai berikut:
Peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi, dengan pagu sebesar ± Rp. 6,52 Triliun (13,38%);
Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana transportasi, dengan pagu sebesar ± Rp. 21,13 Triliun (43,37%);
Peningkatan kualitas layanan umum transportasi, dengan pagu sebesar ± Rp. 12,47 Triliun (25,59%);
Penyelenggaraan tata kelola, regulasi dan dukungan manajemen di lingkungan Kementerian Perhubungan, dengan pagu sebesar ± Rp. 8,60 Triliun (17,66%).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Investor Asing Terus Berhasrat Jual Saham, IHSG Melemah ke Level 5.820
-
Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun
-
Ternyata CNG Pengganti LPG 3 Kg Impor Juga dari China
-
Jangan Lewatkan Jazz Gunung 2026, BRImo Hadirkan Promo Tiket Diskon 40%!
-
Target Harga Rp6.000, Saham Emiten Tambang AMMN Layak Dibeli?
-
Lippo Malls Gelontorkan Rp11,6 Miliar Bangun PLTS Atap
-
Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD
-
Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran
-
Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG
-
Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan