Wakil ketua MPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid menanggap salah langkah Presiden Joko Widodo, karena telah mengeluarkan Instruksi Presiden terkait dengan pemotongan anggaran beberapa kementerian dan lembaga pemerintah lainnya.
Menurut Hidayat, distribusi anggaran merupakan amanat undang-undang tentang APBN yang dibahas bersama antara Pemerintah dengan DPR. Katanya, setiap ada pemotongan anggaran, harusnya dibicarakan kembali bersama DPR.
"Mestinya jika ada perubahan harus dibahas lagi dengan DPR. Karena apa yang di persepsikan oleh pemerintah sudah disepakati oleh DPR," kata Hidayat di Kompleks MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (9/9/2016).
"Ketika dulu dibahas di DPR dengan beragam asumsi dan beragam asumsi dibahas lagi dengan DPR itulah demokrasi," Hidayat menambahkan.
Menurut Hidayat, apa yang dipikirkan oleh pemerintah belum tentu disetujui oleh DPR. Sebab itu, harus dibahas kembali bersama DPR.
"Begitu juga kita di Komisi I, ada pemotongan anggaran untuk pertahanan, untuk BIN, untuk Menteri Luar Negeri, padahal jelas sekali ancaman terhadap negara kita, ini dikaitkan dengan intelijen kita juga sangat tinggi," ujar Hidayat.
Hidayat menambahkan, Komisi I hingga saat ini menolak jika anggaran kementerian dan lembaga pemerintah yang menjadi mitra Komisi I dilakukan pemotongan.
"Makanya kami di Komisi I menolak jika terjadi pemotongan anggaran di pertahanan luar negeri dan masalah BIN. Termasuk juga anggaran untuk perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri," kata Hidayat.
Sekali lagi, Hidayat berharap supaya ada pembicaraan bersama antara pemerintah dan DPR untuk membahas keuangan.
"Kami juga melihat betul bahwa keuangan negara itu susah. Tapi apakah sampai tingkat itu dan mana yang boleh dipotong dan bagian-bagian yang penting untuk dibahas lagi dengan DPR," kata Hidayat.
"Sebagaimana dulu itu adalah produk dengan DPR, wajarnya jika ada perubahan harus dibahas lagi dengan DPR," Hidayat menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
-
Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya