PT PP Properti Tbk (PPRO) segera merilis proyek apartemen mahasiswa pertamanya di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat. PPRO berniat menjadikan proyek Evencio ini sebagai modal untuk memenuhi
target pendapatan pra penjualan 2016 sebesar Rp 2,5 triliun. Apartemen mahasiswa ini memiliki dua tower.
Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi Analys Recapital Securities, Kiswoyo Adi Joe, Selasa (4/10/2016).
Mulai dijual November 2016. Bangunan dua tower ini masing-masing meliputi 800 unit apartemen. Lantaran menyasar segmen mahasiswa, produk properti kali ini akan dijual dengan harga Rp 350 juta per unit. Diperkirakan investasi proyek ini mencapai Rp 590 miliar. Sejauh ini sudah ada 300 konsumen yang meminati apartemen itu. Pada Oktober nanti, Apartemen Evencio mulai berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan.
"PPRO diharapkan bisa mendapatkan pembeli dengan sangat mudah unuk proyek apartemen di kawasan Margonda ini, karena segmen yang di incarnya adalah segment mahasiswa yang banyak terdapat di
daerah Margonda. Sehingga diharapkan penjualan dari proyek ini bisa masuk ke laporan keuangan di tahun ini," kata Kiswoyo.
XL luncurkan jaringan 3G di frekuensi U900
Disisi lain, mulai Oktober ini, PT XL Axiata Tbk (EXCL) sudah melayani pelanggan melalui jaringan 3G pada frekuensi 900 Mhz (U900). Hal ini guna meningkatkan kualitas layanan data dan voice, serta perluasan wilayah jangkauan layanan. EXCL memang telah lama menghadirkan 2G dan 3G di Indonesia, namun dengan penambahan jaringan 3G di frekuensi 900 Mhz membuat jaringan XL lebih kuat.
"Dengan U900 juga membuat wilayah layanannya jauh lebih luas. Sehingga banyak yang dapat memanfaatkannya di seluruh Indonesia," tambah Kiswoyo.
Saat ini 93 persen populasi di Indonesia sudah dilayani oleh XL melalui jaringan 2G dan 3G. Penambahan layanan broadband di frekuensi 900 Mhz mencakup area hampir 6 kali cakupan 3G sebelumnya dengan kualitas sinyal 2 kali lebih kuat saat berada di dalam ruangan. Sebagai informasi, dari total secara keseluruhan pelanggan XL saat ini, lebih dari 50 persen yang masih menggunakan jaringan 2G.
Manajemen XL pun terus mendorong pelanggan agar beralih ke layanan 3G dan 4G yang memiliki kemampuan akses internet lebih
baik.
"Rencana EXCL meng up grade BTS nya akan membawa nilai positif bagi perusahaan. Karena kualitas jaringan XL akan menjadi lebih baik lagi dan membuat customer nyaman bahkan bisa mengajak teman
temannya untuk menjadi customer XL juga," tutup Kiswoyo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
-
Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK