ABB, perusahaan penyedia jasa pelayanan produk digital dan kelistrikan yang tercatat di bursa Swiss. Kini ABB menjajaki peluang kerja sama bisnis untuk pelanggan perusahaan di dalam negeri dengan menawarkan empat segmen pelayanan dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan keuntungan perusahaan.
CEO ABB Ulrich Spiesshofer mengatakan, setelah dua tahun melakukan transformasi internal, ABB memutuskan untuk memperkuat segmen bisnisnya dengan mengarah pada pelayanan terintegrasi terhadap kebutuhan pelanggan korporasi dalam melayani berbagai kebutuhan produk teknologi, digital, dan kelistrikan demi membantu perusahaan meningkat efisiensi dan keuntungan.
“Kami fokus pada pelanggan korporat di sektor energi dan industri. Ada empat solusi yang kami tawarkan, yakni produk kelistrikan, robot dan motion, mesin industri, dan jaringan listrik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/10/2016).
Seperti diketahui, tren digitalisasi dalam manufaktur kini mulai merambah di industri dalam negeri. Beberapa industri dalam negeri mulai menggunakan mesin dalam melakukan produksi, demi meningkatkan daya saing dan efisiensi.
Di lain pihak, masalah kelistrikan menjadi sisi lain yang masih menggerogoti biaya produksi perusahan. Pemerintah dan pihak swasta tengah berupaya melakukan akselerasi melalui program percepatan pembangunan pembangkit listrik guna mengatasi defisit dan menyediakan pasokan listrik yang mencukupi bagi industri.
Spiesshofer mengatakan, semangat industri ke depan bertumpu pada model operasional yang efisien dan produktif. Keempat segmen bisnis yang ditawarkan ABB merupakan langkah yang diambil berdasarkan kebutuhan nyata industri ke depan dalam meningkatkan nilai tambah.
Salah satu dari keberhasilan transformasi ini adalah kerja sama partnership ABB dengan Microsoft. Kombinasi ABB dan Microsoft mendasari terintegrasinya pelayanan bagi pelanggan dari sisi sofware dan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan.
Chairman ABB Peter Voser menambahkan, kesuksesan dalam melakukan transformasi tersebut tidak terlepas dari peningkatan kinerja dan keuangan perusahaan. Target produktivitas ABB naik 30 persen mejadi 1,3 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Program buyback memasuki peride kedua dengan nilai sekitar 3 miliar Dolar AS yang direncanakan akan dilaksanakan pada 2017 hingga 2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Terkini
-
Purbaya Benar Usai Kepala MBG Dadan Dicopot Prabowo: Memang Ada Kelemahan Sana Sini!
-
Kejagung Geledah Kantor Pusat BGN Usai Dadan Dicopot Prabowo, IHSG Langsung Anjlok Parah
-
Rupiah Tembus ke Rp17.910 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia Terlemah Pagi Ini
-
Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Masih di Level 6.100-an
-
Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO
-
Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking
-
Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!