- BPI Danantara memulai proyek PSEL percontohan di empat kota: Bogor, Bekasi, Denpasar, dan Yogyakarta.
- Investasi per kota diperkirakan antara Rp 2,5 hingga Rp 3 triliun, dengan pengumuman pemenang tender pada kuartal pertama 2026.
- Danantara akan menyuplai ekuitas 30 persen dari total modal proyek menggunakan dana dari penerbitan Patriot Bond senilai Rp 50 triliun.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menetapkan empat kota untuk dijadikan pilot project Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy.
Empat kota itu yakni, Bogor, Bekasi, Denpasar, dan Yogyakarta. Di lokasi tersebut, Danantara mulai melakukan tender untuk menjaring perusahaan yang mau menggarap waste to energy.
"Itu tendernya sudah dimulai untuk empat kota ini," kata Managing Director Investment Danantara Stefanus Ade Hadiwidjaja di Jakarta dikutip, Jumat (21/11/2025).
Untuk nilai investasi Waste to Energy di empat kota itu masing-masing antara Rp 2,5 triliun sampai dengan Rp 3 triliun. Stefanus menyebut jumlah kota yang akan memulai tender akan bertambah, tergantung kesiapan masing-masing wilayah.
Sejauh ini telah terdapat 24 perusahaan yang lolos untuk menggarap proyek tersebut. Stefanus mengatakan bahwa empat kota itu memiliki masing-masing tender. Sebanyak 24 perusahaan yang dinyatakan lolos, bebas memilih lokasi yang mereka yang inginkan.
"Kalau mereka mau men-submit bid untuk 4 kotanya, atau nanti lebih kan akan terus nambah, itu ya terserah mereka saja. Tapi, kita akan melakukan pemilihan tepat untuk masing-masing kota," katanya.
Untuk pemenang tender, akan diumumkan Danantara secepatnya. Estimasinya, diumumkan pada kuartal pertama 2026.
"Kami akan coba cepat. Dan setelah itu kami akan langsung untuk menyiapkan groundbreaking dan pembangunan," kata Stefanus.
Kucurkan Modal Awal
Baca Juga: Keponakan Luhut Sebut RI Bakal Dibanjiri Investor Asing pada 2026, China Mendominasi
Sebelumnya, BPI Danantara berencana mengucurkan 30 persen dana sebagai ekuitas kepada Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Waste to Energy.
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan dalam satu proyek waste-to-energy membutuhkan modal sebesar Rp 2,5 triliun - Rp 3,2 triliun. Dengan begitu, Danantara akan menyuplai dana sebesar Rp 750 miliar hingga Rp 950 miliar.
"Jadi kita pendanaan equity di proyek-proyek yang ada," katanya.
Ia menjelaskan, kucuran dana untuk proyek energi terbarukan itu bersumber dari uang yang diraih dari penerbitan Patriot Bond. Danantara menghimpun dana dari Patriot Bond mencapai Rp 50 triliun.
"Kita akan menggunakan dana Patriot Bond untuk salah satunya untuk waste to energy," jelas Pandu.
Target 33 Kota
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026
-
PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam
-
IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya
-
Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru
-
Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini
-
Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA
-
Ekspor Lewat PT DSI, Beban Pungutan hingga Bea Keluar Tak Lagi Ditanggung Eksportir