Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai pasar rakyat merupakan salah satu indikator nasional dalam pergerakan tingkat kestabilan harga/inflasi. “Tidak boleh dilupakan, pasar rakyat merupakan ujung tombak pemasaran hasil produksi petani, nelayan, peternak, dan produk UKM sekaligus tempat penyediaan kebutuhan pokok masyarakat,” tegas Mendag dalam keterangan tertulis, Jumat (7/10/2016).
Hal ini disampaikan Mendag Enggar pada kunjungan kerja ke sejumlah pasar rakyat di dua kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kebumen dan Purworejo, Jawa Tengah, hari ini, Jumat (7/10). Kunjungan ke Pasar Giwangretno di Kabupaten Kebumen dan Pasar Krendetan di Kabupaten Purworejo ini untuk memantau amanat program nawacita, yaitu revitalisasi pasar.
Untuk itu, Mendag berkomitmen terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya revitalisasi pasar rakyat. “Dengan revitalisasi pasar rakyat, maka pasar rakyat akan berada dalam kondisi yang baik. Dengan kondisi pasar yang baik diharapkan dapat membantu masyarakat untuk menjual hasil produksi yang baik juga,” jelas Mendag.
Pasar Giwangretno merupakan pasar rakyat yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kebumen yang mendapatkan bantuan dana revitalisasi Pasar Rakyat melalui Tugas Perbantuan dari Kemendag pada 2015 senilai Rp 10 miliar. Pasar yang memiliki luas lahan sebesar 3.768 m2 ini ditempati 392 pedagang dengan omzet Rp 3 miliar per bulan.
Pasar Giwangretno ini merupakan pasar yang beroperasi pada hari Selasa dan Jumat. Namun demikian, di hari-hari lainnya masih terlihat aktivitas penjualan dan pembelian oleh beberapa pedagang.
Komoditas yang diperdagangkan antara lain bahan pokok, sayur mayur, buah-buahan, lauk pauk, kelontong, dan produk sandang. Pada 2016, Pasar Giwangretno memperoleh bantuan sarana usaha dagang berupa meja boks sebanyak 262 unit dan meja serbaguna sebanyak 30 unit. Bantuan lainnya yang akan diberikan secara bertahap yaitu meja berjualan dan gantungan sebanyak 48 unit.
Selain itu, juga akan dilakukan operasi pasar (OP) gula ex Primkopol sebanyak 4.190 kg bagi 29 pedagang dengan harga beli Rp 11.500/kg. OP yang sama juga akan digelar di Pasar Tumenggungan sebanyak 3.490 kg bagi 30 pedagang.
Sementara itu, Pasar Krendetan merupakan pasar rakyat yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo. Pasar ini mendapatkan bantuan dana revitalisasi Pasar Rakyat melalui Tugas Perbantuan dari Kemendag pada 2015 senilai Rp 6 miliar. Pasar yang memiliki luas bangunan sebesar 5.019 m2 ini ditempati 285 pedagang dengan omzet Rp 1 miliar per bulan. Komoditas yang diperdagangkan antara lain bahan pokok, sayur mayur, buah-buahan, lauk pauk, kelontong, dan produk sandang.
Pasar Krendetan Purworejo merupakan pasar yang beroperasi di hari Rabu dan Sabtu. Di pasar ini, Kemendag akan memberikan bantuan secara bertahap fasilitas yang diperlukan bagi para pedagang, yaitu meja boks 236 unit, meja serbaguna 25 unit, dan meja rombong 5 unit.
Sedangkan untuk OP gula di Purworejo dialokasikan 15 ton yang disebar di dua pasar, yaitu Pasar Suronegaran dan Krendetan dengan harga beli Rp 11.500/kg.
Dialog dengan Petani dan Peternak
Pada kunjungan kerja kali ini, Mendag Enggar bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga mengunjungi sentra produksi jagung di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Keduanya bertatap muka dengan para petani dalam rangka panen raya serta persiapan tanam jagung 5.000 hektare di tahun 2017.
Dalam sambutannya, Mendag meminta para petani untuk tidak khawatir dalam menanam jagung karena jagung merupakan salah satu dari tujuh komoditas yang dijamin harganya oleh Pemerintah. “Jika harga jagung lebih rendah dari harga batas bawah, maka akan diserap oleh Bulog,” imbuh Mendag.
Tidak hanya itu, kedua Menteri juga meninjau Kelompok Tani Ternak Rukun Maju Makmur di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pada dialog tersebut, Kelompok Tani Ternak Rukun Makmur Jaya meminta dukungan kepada kedua Menteri untuk pengembangan eduwisata di daerah tersebut.
Sedangkan Mendag, pada pertemuan itu, menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah tengah menggodok rencana persiapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk peternak dan petani.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri