Suara.com - Direktur Perumahan Swadaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Raden Johny Fajar Sofyan Subrata mengatakan, permintaan untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) meningkat. Sebab, dalam pelaksanaannya, banyak terjadinya efesiensi atas bantuan dari keswadayaan masyarakat.
"Realisasinya kami akan terus meningkat karena keswadayaan masyarakat sehingga terjadi efisiensi," kata Johny di Pendopo Kabupaten Kuningan, Jumat (7/10/2016) malam.
Johny mencontohkan anggaran pemerintah untuk bantuan ini yang dikeluarkan Rp15 juta per rumah. Namun karena sudah mendapatkan bantuan swadaya masyarakat, nilai bantuan pemerintah menyusut menjadi Rp10 juta.
"Sehingga dengan begitu ada kelebihan efisiensi. Sehingga di beberapa daerah dilakukan penambahan target. Dan sampai bulan kemarin, masih ada usulan untuk penambahan dengan anggaran yang masih ada," tuturnya.
Pada tahun 2016 ini, lanjut Johny, pemerintah menargetkan 95 ribu unit rumah untuk program BSPS. Rinciannya, 94 ribu unit ditujukan untuk peningkatan kualitas rumah sedangkan seribu unit untuk pembangunan rumah baru. Jumlah inilah yang kemungkinan bertambah.
"Itu target kami," ujarnya.
Ada sejumlah persyaratan untuk penerima bantuan BSPS ini. Di antaranya, WNI, memiliki atau menguasai tanah namun belum memiliki rumah, memiliki/menempati rumah satu-satunya dengan kondisi tidak layak huni, serta belum pernah memeroleh bantuan rumah dari pemerintah, berpenghasilan sebanyak-banyaknya 30 persen di atas upah minimum provinsi setempat,
Kemudian, diutamakan yang sudah memiliki keswadayaan dan berencana membangun atau meningkatkan kualitas rumahnya, bersedia bertanggungjawab dalam pemanfaatan BSPS, serta bersedia membentuk kelompok dan bersedia mengikuti ketentuan BSPS.
Adapun jumlah bantuan yang diberikan dalam program ini dibagi dua bagian, yakni peningkatan kualitas maksimal Rp15 juta, dan pembangunan baru maksimal Rp 30 juta.
Tag
Berita Terkait
-
Jumlah Rumah Subdidi yang Telah Dibangun di Sumut 7.845 Unit
-
Kementerian PUPR Telah Beri Bantuan PSU Untuk 27.283 Unit Rumah
-
Penurunan Suku Bunga BI Pengaruhi Target Satu Juta Rumah
-
Rumah-rumah Bersubsidi Tidak Boleh untuk Kegiatan Investasi
-
Subsidi Perumahan Jaga Daya Beli MBR untuk Miliki Rumah Layak
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa