Lelang dini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah dimulai bulan ini. Hal ini sesuai dengan kebijakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bahwa Oktober ini sudah dimulai lelang dini paket-paket pekerjaan di Kementerian PUPR.
“Bulan ini sudah mulai diumumkan SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan)-nya, dari beberapa Ditjen sudah mengumumkan SIRUP-nya untuk persiapan lelang,” tutur Menteri Basuki.
Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Lukman Hakim mengatakan bahwa lelang dini Ditjen penyediaan Perumahan akan dimulai pada minggu ketiga bulan Oktober.
“Kami targetkan dapat berlangsung pada minggu ketiga bulan Oktober dan paket lelang Ditjen Penyediaan Perumahan yang ditandatangani pada tanggal 6 Januari 2017 mendatang sebesar 53 persen,” tuturnya saat membuka kegiatan Pembinaan Kelompok Kerja (POKJA) Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan Ditjen Penyediaan Perumahan TA 2017 yang diselenggarakan oleh Bagian Keuangan dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Ditjen Penyediaan Perumahan di Yogyakarta, Selasa (11/10/2016).
Ditjen Penyediaan Perumahan pada TA 2017 memiliki total pagu sebesar Rp 9 triliun yang terdiri dari paket kontraktual sebesar Rp 6,4 triliun , Swakelola sebanyak Rp 2,3 triliun dan Rp 170,9 miliar administrasi umum.
Dari anggaran Rp 6,4 triliun (375 paket kontraktual), pada bulan Oktober akan di lelangkan sebanyak 150 paket atau dengan nilai Rp 2,5 triliun, November sebanyak 75 paket dengan nilai Rp 2,2 triliun, Desember sebanyak 76 paket dengan nilai Rp 480,1 miliar, Januari sebanyak 38 paket dengan nilai Rp 749,8 miliar, Februari sebanyak 17 paket dengan nilai Rp 137,5 miliar dan Maret sebanyak 19 paket dengan nilai Rp 275,9 miliar.
Lukman menambahkan, pelaksanaan barang/ jasa TA 2017 di lingkungan Ditjen Penyediaan Perumahan akan dilakukan secara elektronik. Untuk itu, pihaknya juga terus mendorong dan menyiapkan para Pokja agar dapat bekerja lebih transparan, akuntabel, terbuka yang bedasarkan peraturan perundang-undangan. Masing-masing Pokja SNVT dan Satker Pusat juga harus memiliki pemahaman yang pasti tentang lelang yang akan dilaksanakan serta disiplin dalam menjaga amanah yang ada.
“Saya minta anggota Pokja baik di SNVT yang ada di seluruh provinsi Indonesia serta Satker Pusat dalam kegiatan pelelangan dini bersikap independen. Hal itu dapat dilakukan dengan menjaga serta menghindari kegiatan pelelangan dini TA 2017 dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan dari tekanan politik ataupun lainnya yang dapat mengakibatkan terhambatnya kegiatan pelelangan dini,” ujarnya.
Sebelumnya, Kabag Keuangan dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Ditjen Penyediaan Perumahan Sumadiyono dalam laporannya menjelaskan, kegiatan Pembinaan Pokja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan Ditjen Penyediaan Perumahan TA 2017 tersebut diikuti oleh 135 peserta yang terdiri dari perwakilan Pokja SNVT dan Satker Pusat.
“Pengadaan barang/jasa pemerintah dilakukan secara elektronik dan dilakukan dengan cara e-tendering atau e-purcashing dan dengan Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 57 Tahun 2015 tentang pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-procurement). Hal tersebut dapat menghindari terjadinya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan keterbukaan informasi dimana semua orang bisa mengakses,” terangnya.
Diketahui, dasar hukum pengadaan barang dan jasa pemerintah adalah Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 yang merupakan perubahan keempat dari Peraturan Presiden 54 tahun 2010.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar
-
Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'
-
Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya
-
Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen
-
HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM
-
Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online
-
Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
-
Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa
-
Aturan Pajak Marketplace Resmi Berlaku, Cek Daftar Omzet yang Bebas Potongan