PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk. terus mendorong upaya peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan di seluruh Nusantara. Kali ini, Bank BRI menggelar bazaar “Inklusi Keuangan Untuk Rakyat” yang dilangsungkan di Alun Alun Kota Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (15/10/2016).
OJK telah menetapkan bulan Oktober 2016 sebagai bulan “Inklusi Keuangan Untuk Semua” dalam rangka mencapai target Indeks Inklusi Keuangan Nasional sebesar 75% pada akhir tahun 2019. “Bank BRI berkomitmen dan mendukung kebijakan Pemerintah dengan melakukan sosialisasi inklusi keuangan selama satu bulan penuh pada bulan Oktober 2016, yang dilaksanakan di Wonosari (15/10), Jayapura (22/10) dan Palembang (29/10)," tutur Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/10/2016).
Diresmikan oleh Pemimpin Wilayah BRI Yogyakarta Andi Eko Putro, Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK Eko Ariantoro, dan Bupati Gunung Kidul Hj. Badingah, bazaar tersebut diramaikan oleh booth dari Bank BRI beserta anak perusahaan BRI, antara lain Bank BRI Syariah, Bank BRI Agro, BRI Life, BRIngin Srikandi Finance, dan BRINS. Dengan konsep edu-tainment, acara ini dikemas agar masyarakat lebih memahami produk-produk keuangan yang dipersembahkan oleh Bank BRI dan anak perusahaan, di antaranya Kredit UMKM, Kupedes, KPR, KKB, Tabungan BRI Simpedes, Tabungan BRI Simpel (Simpanan Pelajar), Basic Saving Account, Bancassurance BRI, DPLK BRI, Pembiayaan Syariah, Multifinance dan Asuransi Mikro untuk Pertanggungan Kerugian, Kesehatan, Jiwa.
Menurut Hari Siaga, masih relatif rendahnya masyarakat mengakses industri keuangan antara lain disebabkan karena faktor jangkauan industri keuangan dalam menyentuh masyarakat yang masih terbatas. “Selain itu, sosialisasi produk yang belum begitu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah perdesaan menjadi faktor lain penyebab masih relatif rendahnya inklusi keuangan,” tambah Hari Siaga. Kegiatan ini diharapkan mampu mengedukasi dan memperkenalkan layanan keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat di Wonosari.
Sebagai wujud komitmen Bank BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan pada daerah yang memiliki potensi ekonomi dan dengan memperhatikan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, Bank BRI berinovasi menciptakan Teras BRI Kapal yang telah diresmikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada 4 Agustus 2015. Teras BRI Kapal yang dinamakan Bahtera Seva I tersebut beroperasi di perairan Kepulauan Seribu dan terbukti meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pada masyarakat di sekitar Kepulauan Seribu. “Bahtera Seva I selain menggerakkan roda perekonomian daerah dengan menjangkau masyarakat yang sebelumnya tidak mendapatkan akses keuangan, mampu meningkatkan literasi keuangan yakni sebagai wahana edukasi bagi para pelajar SD maupun SMP yang ingin melihat kegiatan operasional perbankan secara langsung,” imbuh Hari Siaga.
Hari Siaga menambahkan, Bank BRI pada sisa tahun 2016 ini akan meresmikan Bahtera Seva II dan Bahtera Seva III yang akan beroperasi di perairan Halmahera Selatan dan Nusa Tenggara Timur.
Selain memperluas jaringan konvensional, Bank BRI fokus terhadap pengembangan jaringan non konvensional, diantaranya melalui agen LAKU PANDAI (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang dinamakan agen BRILink. Bank BRI merupakan salah satu pioneer branchless banking di Indonesia dan hingga saat ini agen BRILink berjumlah 69.552 tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Agen BRILink mampu menyediakan berbagai layanan perbankan, seperti setoran pinjaman, setoran simpanan, tarik tunai, isi ulang pulsa, pembukaan rekening simpanan dan asuransi AM-KKM (Asuransi Mikro – Kesehatan, Kecelakaan dan Meninggal) , untuk masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan konvensional.
Komitmen BRI untuk terus mengedepankan update teknologi atas fitur produk dan layanan serta pertumbuhan yang cepat dari jaringan Bank BRI telah menciptakan kebutuhan yang mendesak untuk jaringan komunikasi. Atas dasar tersebut, Bank BRI meluncurkan satelit finansial yang dinamakan BRIsat pada pertengahan 2016 dan menjadikan Bank BRI sebagai bank pertama dan satu – satunya di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelit sendiri.
Sebagai wujud komitmen untuk memajukan UMKM dengan memanfaatkan teknologi terkini, Bank BRI menciptakan Teras BRI Digital. Teras ini merupakan transformasi dari Teras BRI konvensional, dengan mengedepankan pelayanan digital kepada nasabah serta memperkuat komunitas pasar tradisional maupun marketplace. Jika selama ini Teras BRI konvensional masih menggunakan tenaga frontliner berupa Teller dan Customer Service, maka di Teras BRI Digital ini para pedagang dan nasabah diajak untuk kapabel menggunakan teknologi, yakni dengan memanfaatkan perangkat e-channel berupa Electronic Data Capture (EDC) dan PC Touchscreen secara self service. Aplikasi yang biasanya manual dengan kertas, di Teras BRI Digital sudah menggunakan e-Form, yang ditanam programnya dalam sebuat tablet PC. Personil Bank BRI yang membantu, cukup satu orang Banking Assistant. Sedangkan secara visual,tampilan Teras BRI berubah. Jika selama ini bernuansa tradisional, maka Teras BRI Digital menampilkan konsep tradisional dengan sentuhan modern dan hi-tech.
Teras BRI Digital dilengkapi dengan aplikasi e-Pasar BRI. e-Pasar BRI adalah marketplace / pasar online yang memberikan fasilitas dan layanan berupa update informasi mengenai harga dan stok komoditas di pasar baik tingkat lokal, regional dan nasional yang diperuntukkan bagi pedagang pasar maupun pembeli yang menjadi nasabah Bank BRI. Tak hanya itu, dengan e-Pasar BRI nasabah juga dapat melakukan transaksi jual beli secara online dan bahkan men-display produk UMKM-nya secara virtual menggunakan teknologi video mapping.
“Dengan adanya satelit finansial BRIsat, Bank BRI mampu menyediakan jaringan dan komunikasi ke seluruh pelosok negeri, menjangkau yang tidak terjangkau dan meningkatkan perekonomian di daerah yang pada akhirnya akan mendorong inklusi keuangan di Indonesia,” ujar Hari Siaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi
-
Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
-
Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal
-
1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga