Pembangunan infrastruktur menjadi fokus Pemerintah untuk meningkatkan peringkat daya saing Indonesia di dunia. Disamping proyek infrastruktur besar, pemerintah juga memberikan perhatiannya dalam pembangunan proyek infrastruktur skala kecil menengah yang bersifat padat karya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan Kementerian PUPR juga menaruh perhatian besar pada proyek skala kecil menengah yang bersifat padat karya karena proyek seperti itu langsung dapat dirasakan dampaknya oleh rakyat kecil.
"Kami melihatnya pemerintah tidak hanya mengerjakan proyek yang besar, tapi kita juga memikirkan yang padat karya, kalau yang di PUPR misalnya penyediaan air minum berbasis masyarakat (Pamsimas), sanitasi berbasis masyarakat (sanimas) dan irigasi," jelas Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Kamis (10/11/2016).
Ia menyatakan saat ini juga terdapat 300 lokasi daerah irigasi kecil yang langsung melibatkan perkumpulan petani pemakai air (P3A), untuk meningkatkan partisipasi petani sekaligus memberikan keuntungan finansial dari pengelolaan tersebut.
"Ada 300 lokasi daerah irigasi kecil yang dikerjakan P3A sendiri, itu padat karya sehingga uangnya langsung ke petani. Masing-masing dari 300 lokasi ada anggaran Rp 600 milyar yang kita alokasikan," terangnya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun ini akan membangun Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di 753 lokasi dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) di 180 lokasi yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.
Dalam pembangunan Sanimas dan TPS-3R, masyarakat berperan langsung dalam pembangunannya, sementara pemerintah memfasilitasi serta memberikan pendampingan pelaksanaan kegiatan. Beberapa kegiatan pembangunan Sanimas diantaranya seperti pembangunan prasarana Mandi Cuci Kakus (MCK), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kombinasi dengan MCK dan Sambungan Rumah (SR).
Selain Sanimas, juga akan dibangun Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas III) di 15.000 desa baru yang berada di 365 kabupaten dan 33 provinsi pada periode 2016-2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen
-
3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
-
Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya
-
Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis
-
4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
-
Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah
-
Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel