Suatu pagi, sekitar pukul 06.00, sebuah kapal berwarna orange dengan ukuran 103 Gross Ton (GT) terlihat sedang meraung disebuah Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Kapal ini bukan kapal nelayan yang tengah bersiap melaut untuk menangkap ikan, melainkan kapal ini adalah sebuah bank dalam bentuk kapal yang siap melayani nasabahnya di Kepulauan Seribu.
Kapal berwana orange ini bernama Bahtera Seva I. Bank kapal ini milik salah satu bank ‘pelat merah’ dibawah naungan Badan Usaha Milik Negara yakni PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk. Kapal ini diberinama Teras Kapal BRI. Kapal ini secara eksklusif melayani masyarakat yang tinggal di enam pulau yang berada di Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Enam pulau tersebut adalah Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Tidung, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.
Teras Kapal BRI ini, dilengkapi dengan Banking Hall, Ruang Kemudi, 10 Kamar Tidur untuk Nahkoda, Pekerja BRI (secara bergantian setiap minggu) dan Awak Kapal, Ruang Mesin, Dapur dan Ruang Makan yang layak. Selain itu, Bahtera Seva I ini mampu mengangkut awak kapal berkapasitas 11 orang yang terdiri dari 5 awak kapal, 4 petugas BRI dan 2 orang Petugas Keamanan. Staff yang mendukung operasional Teras BRI Kapal ini yaitu 2 orang Account Officer, 1 orang teller, dan 1 orang customer service. Kapal ini juga dilengkapi mesin EDC dan ATM yang berbasis IT.
Kapal yang memiliki spesifikasi dengan panjang 23 meter, lebar 6 meter dan tinggi geladak 3 meter, akan mulai berlayar dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara pada hari Senin berkeliling ke enam pulau. Dan akan kembali ke Pelabuhan Muara Angke pada hari Jumat.
Terkait layanan, produk dan jasa melalui Teras BRI Kapal memiliki Produk simpanan, Produk pinjaman serta Jasa bank lainnya, yang pada dasarnya tidak berbeda dengan layanan di unit kerja konvensional di daratan.
Salah satu petugas teller mengatakan, dalam sehari sedikitnya ada 30 sampai 40 masyarakat yang mendatangi Kapal Teras BRI di setiap pulau untuk melakukan beberapa transaksi, mulai dari menabung, transfer, melakukan tarik tunai hingga bertanya terkait produk pinjaman.
“Kalau yang membuka rekening paling sekitar lima sampai 10, tetapi nggak sering-sering sekali. Paling sering tarik tunai sama menabung,” katanya.
Sejak diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2015 lalu, Kapal Teras BRI ini sedikitnya sudah bisa menjaring 1000 nasabah yang berada di Kepulauan Seribu dengan total deposit sebesar Rp2,5 triliun. Di Untung Jawa sendiri, sekitar 80 persen masyarakat sudah menjadi nasabah Kapal Teras BRI ini. Angka ini menjadi yang terbesar jika dibandingkan dengan nasabah di lima pulau lainnya.
BRI juga memberikan kredit sebesar Rp1,5 miliar kepada masyarakat yang tinggal di enam pulau di Kepulauan Seribu untuk digunakan memajukan bisnis lokal dan juga untuk membeli kapal ikan. Pasalnya, di Pulau Untung Jawa, sekitar 80 persen warganya berjualan makanan, souvenir dan tempat penginapan.
Baca Juga: Dari Bawah Bantal Pindah Ke Bank
Direktur Mikro BRI Mohammad Irfan mengatakan, pihak BRI berencanakan akan meluncurkan Kapal Teras BRI di beberapa wilayang kepulauan di Indonesia, Ternate, Maluku Utara, dan daerah Kalimanran.
“Rencananya memang kami akan membuat Kapal Teras BRI di beberapa pulau tersebut. Tapi ini masih dalam peninjuan. Ini dalam rangka meningkatkan literasi keuangan di Indonesia. Selain itu yang progam Laku Pandai juga akan kita genjot,” katanya.
Ia juga mengatakan, bank memiliki tujuan untuk meluncurkan beberapa kapal untuk beroperasi di area Bau-bau, Sulawesi Selatan, dan Tanjung Selor Kalimantan Utara, dengan investasinya mencapai Rp15 miliar per kapal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban