Pertumbuhan jumlah penduduk dan potensi perkembangan ekonomi di suatu wilayah perlu didukung oleh perbankan. Khusus di Jawa Tengah, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk akan menambah jumlah Kantor Cabang Pembantu. Pada Senin (28/11/2016), Direktur Utama BTN Maryono bersama dengan Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dan resmi membuka KCP Rembang.
KCP Rembang merupakan outlet ke- 870 yang telah dibuka BTN. Dengan diresmikannya KCP tersebut BTN makin mengukuhkan eksistensinya di Jawa Tengah. Besarnya potensi ekonomi di wilayah tersebut mendorong dibukanya KCP baru guna memberikan kemudahan dan memperluas pelayanan kepada nasabah baik di bidang pembiayaan kredit perumahan, simpanan nasabah maupun akses transaksi perbankan lainnya. Peningkatan ekonomi di daerah dan daya beli masyarakat yang terus meningkat, perlu didorong dengan akses pembiayaan perbankan yang lebih terjangkau.
“Bank BTN berharap akses masyarakat sekitar terhadap pembiayaan, mulai dari KPR, kredit modal kerja dan menabung menjadi mudah dan murah dengan pembukaan kantor cabang ini,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono.
Penambahan kantor cabang konvensional menjadi salah satu strategi Bank BTN untuk mengembangkan jangkauannya di tanah air. Dengan jangkauan yang lebih luas, targetnya pertumbuhan bisnis perbankan bisa semakin pesat, baik dari sisi jumlah simpanan maupun kucuran kredit yang diberikan. “Penambahan jumlah kantor cabang dilakukan karena menimbang potensi dan kebutuhan di wilayah tersebut,” kata Maryono. Hingga saat ini Bank BTN sudah memiliki 65 Kantor Cabang, 249 Kantor Cabang Pembantu, jika ditambah dengan kantor kas, dan kantor layanan setara kantor kas, jumlah total jaringan kantor konvensional 3.744 kantor.
PROGRAM DESA BINAAN
Kontribusi Bank BTN dalam meningkatkan ekonomi di Rembang, tidak hanya dengan pembukaan kantor cabang. Bank yang sudah 66 tahun berdiri ini juga turun tangan dalam program Desa Binaan di Desa Woro, kecamatan Kragan. Desa Woro saat ini memiliki 136 KK yang menyandang Masalah Kesejahteraan sosial (data BPS 2016), atau terbanyak di Kabupaten Rembang. Meski demikian, Desa Woro memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa binaan, terutama sektor perkebunan, industri pariwisata, industri rumah tangga dan yang paling unik adalah potensi keseniannya berupa kesenian wayang dan Karawitan. “Kami melihat potensi desa Woro dapat dikembangkan menjadi desa wisata,” kata Maryono.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank BTN menyerahkan secara simbolik dana CSR ke Pemerintah Kabupaten Rembang, Haji Abdul Hafids. Pemkab Rembang menyambut baik kontribusi Bank BTN terhadap kesejahteraan Kabupaten Rembang. Dengan bantuan yang diberikan pihak BUMN, khususnya Bank BTN lewat peralatan kesenian seperti gamelan, wayang, Desa Woro diharapkan bisa meningkatan kompetensinya sebagai desa wisata & budaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?