Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya akan segera menentukan ketua umum baru untuk periode 2017-2020 menggeser kedudukan Rama Datau yang saat ini masih menjabat sebagai ketua umum HIPMI Jaya. Beberapa calon kandidat telah mendaftarkan diri untuk bersaing dalam pemilihan yang akan diadakan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XVI HIPMI Jaya 16 Januari 2017 mendatang. Salah satu kandidat yang telah mendaftar adalah Ardhi Mahardika. Pengusaha muda ini menyatakan kesiapannya untuk menjadi “nahkoda” HIPMI Jaya yang baru.
“Insya Allah saya sudah siap lahir batin mendaftarkan diri saya sebagai calon Ketua Umum HIPMI Jaya. Meskipun banyak pesaing yang lebih senior. Kita akan tawarkan program kerja yang berguna untuk seluruh anggota nantinya,” ujar Ardhi dalam keterangan tertulis, Minggu (11/12/2016).
Ketika disinggung pendapat mengenai kinerja ketua umum saat ini, Ardhi enggan banyak berkomentar ia hanya mengatakan dalam kepengurusan saat ini masih banyak “pekerjaan rumah” yang harus dibenahi.
“Ke depannya kita terus menawarkan apa yang menjadi konsen kita. Pengusaha lokal harus terus bisa bersaing," tuturnya.
Sedangkan untuk proses pemilihan ketua umum ini, Ardhi mengakui bahwa prosesnya sangat selektif, dan mendetail. Kandidat akan dinilai secara keseluruhan mulai dari visi dan misi, program kerja, performa, dan rekam jejak selama bergabung bersama HIPMI.
“Seluruh proses seleksi tersebut bertujuan untuk memilih pemimpin yang terbaik. Jika memang nantinya Insya Allah saya terpilih, saya akan menerapkan visi misi saya secara konsisten, menerapkan program kerja yang sudah saya janjikan, sekaligus membenahi hal-hal yang perlu dikembangkan atau diperbaiki dari kepengurusan sebelumnya,” tutur Ardhi.
Ditemui di tempat yang sama, Ketua Steering Committee HIPMI Jaya, Todotua Pasaribu menjelaskan, pendaftaran Ketua Umum HIPMI Jaya akan dibuka hingga 16 Desember 2016 itu artinya, HIPMI Jaya masih membuka peluang lebar bagi kandidat yang ingin mencalonkan diri.
“Batas akhir pendaftaran adalah 16 Desember 2016 pukul 20.00 seluruh kandidat yang mencalonkan diri diimbau untuk menyiapkan diri dan segala persyaratan yang diperlukan dari jauh hari. Bagi yang tidak memenuhi ketentuan, tentu tidak akan diperbolehkan mengikuti babak kualifikasi selanjutnya," tegas Todo.
Baca Juga: HIPMI: 1 Persen Penduduk Indonesia Kuasai 70 Persen Aset Negara
Berita Terkait
-
Pemerintah Canangkan Reindustrialisasi Mulai Tahun 2017
-
Menteri Airlangga Klaim Indonesia Punya Banyak Industri Juara
-
HIPMI: 1 Persen Penduduk Indonesia Kuasai 70 Persen Aset Negara
-
HIPMI Ingin Roadmap E-Commerce Jadi Solusi Pengusaha Digital
-
Industri Manufaktur Kunci Daya Saing Indonesa di Ranah Global
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri