Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan didampingi Gubernur Riau, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan dan Direksi PLN pada hari Minggu (18/12/2016) meninjau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan (2x110 MW) di Pekanbaru, Riau. Progres pembangunan PLTU sudah mencapai 95 persen per November 2016.
Dengan beroperasinya PLTU Tenayan ini, maka sistem kelistrikan Riau akan semakin kuat dalam melayani kebutuhan listrik yang terus meningkat (rata-rata 9%/tahun).
“Apabila PLTU Tenayan beroperasi, maka akan ada tambahan 220 MW, ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk memenuhi pasokan listrik di Riau” papar Jonan.
Disela-sela kunjungan Menteri ESDM mengapreasiasi pertumbuhan infrastruktur kelistrikan di Riau,selain itu dirinya mengungkapkan ketersediaan dan keberlangsungan bahan baku harus menjadi perhatian utama.
"Permintaan saya agar pasokan batubara untuk PLTU ini terjamin, tidak akan terhenti, juga dicarikan alat agar konsumsi energi dari 900 gr/KWH menjadi 500 gr/kwh sehingga lebih efisien, agar tarif listriknya lebih baik," ungkap Jonan
Dengan 2 mesin turbin, pembangkit ini mengkonsumsi 3.000 ton batu bara setiap bulan nya dengan kalori 3.800-4.700 kkal (kalori rendah). Sementara sumber batu baranya berasal dari Jambi dan Sumatera Selatan.
Dikesempatan yang sama, Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin menjelaskan, untuk kebutuhan batubara setiap unit PLTU Tenayan membutuhkan kurang lebih sekitar satu juta ton per tahun.
Sementara itu, terkait penambahan pasokan listrik untuk Riau, PLN juga telah berhasil mendapatkan tambahan pasokan 3x25 MW dari Balai Pungut yang juga mulai beroperasi. Oleh karena itu, pasokan listrik pada tahun depan akan lebih baik bila dibandingkan dengan tahun ini.
"Saat ini beban di Riau yakni 570 MW dengan adanya tambahan kapasitas Balai Pungut dan Tenayan sebesar 110 MW maka kapasitas pembangkit menjadi 662 MW. Nanti ada tambahan lagi 110 MW dan akan operasi maksimal awal bulan februari tahun 2017 sehingga totalnya sekitar 772 MW," ujar Amir.
Penambahan infratruktur kelistrikan di Riau ini penting untuk mengimbangi peningkatan permintaan listrik yang semakin tinggi. Untuk tahun ini saja permintaan listrik meningkat hingga 9 %.
Baca Juga: Jonan dan Luhut Tolak Penambahan Kapasitas Kilang Inpex
"Percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan sangat penting untuk memenuhi permintaan energi listrik warga Riau, untuk itu PLN bekerja 24 jam agar hal tersebut bisa terwujud, tak lupa kami berterimakasih kepada Pemerintah Daerah setempat yang sangat kooperatif membantu penyelesaian pembangunan infrastruktur kelistrikan di Riau" pungkas Amir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H
-
Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz