Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu (28/12/2016) ditutup naik sebesar 106 poin atau 2,09 persen ke level 5.209 setelah bergerak di antara 5.139-5.213. Sebanyak 247 saham naik, 74 saham turun, 104 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp 6.574 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp170 miliar.
Pasar Amerika Serikat ditutup melemah. Volume perdagangan diperkirakan akan tetap tipis pekan ini mengingat periode liburan seiring kebanyakan investor sudah melakukan tutup buku sebelum akhir tahun, mengurangi likuiditas pada pasar, yang mana dapat menimbulkan pergerakan yang berlebih pada pasar.
"Dow Jones melemah 0,56 persen ke level 19,834, Nasdaq melemah 0,80 persen ke level 4,926 dan S&P melemah 0,83 persen ke level 2,249," kata Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, dalam keterangan resmi, Kamis (29/12/2016).
Pasar Eropa ditutup bervariasi mengikuti tutupnya sesi Asia yang ditutup bervariasi. Fokus investor juga masih tertuju kepada perkembangan kasus perbankan di Italia. Banca Monte dei Paschi di Siena yang terancam bangkrut telah menemukan titik terang dari pemerintahan Italia yang menyatakan bahwa perlu adanya bantuan da-na untuk bank tersebut.
"Indeks FTSE dan DAX masing masing menguat 0,54 persen dan 0,02 persen, sementara CAC melemah 0,01 persen ke level 4,848," ujar Hans.
Pemerintah akan menambah komoditas yang bakal masuk daftar harga acuan pangan. Sebelumnya, dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 63/2016 tentang acuan harga pangan terdapat tujuh bahan makanan pokok yang masuk daftar pengaturan harga dari pemerintah. Ketujuh bahan pokok yang telah masuk daftar acuan harga adalah beras, jagung, kedelai, gula, cabai, bawang merah dan daging sapi atau daging kerbau. Untuk jenis komoditas yang akan dimasukkan dalam daftar, pemerintah masih merahasiakannya. Pasalnya, saat ini masih belum terjadi kesepakatan atau tarik ulur dengan pemangku kepentingan yang lain dalam penetapan harga yang akan menjadi acuan dari masing-masing bakan pokok tersebut.
Namun demikian, setidaknya pada awal Januari mendatang penetapan harga acuan untuk bahan pokok itu sudah dapat disepakati. Sesuai dengan ketentuan, evaluasi dari Permendag tentang acuan harga pangan itu per empat bulan yang jatuh pada 9 Januari 2017.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya
-
Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil