Suara.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyebutkan ada 5 sektor yang berpotensi dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik lebih tinggi.
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan sektor pertama yang harus didorong adalah industri pengolahan nonmigas atau manufaktur. Menurut Bambang, memang sudah saatnya pemerintah kembali lagi mendorong industri manufkatur.
"Di manapun di dunia, tidak ada negara maju yang kondisinya seperti sekarang tanpa kontribusi dari manufaktur. Meskipun pertanian tetap penting, tapi manufaktur lah yang bisa kita dorong untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya di Jakarta, Sabtu (14/1/2017).
Sektor kedua yang perlu didorong adalah pertanian. Bambang menuturkan, kebutuhan pangan domestik masih cukup besar sehingga sektor tersebut harus didorong. Kendati demikian, kelebihan di sektor pertanian dinilai masih punya potensi ekspor dan dapat didorong industri manufaktur yang berbasis hasil pertanian.
"Jadi artinya pertanian penting, tapi jangan hanya menjual hasil pertanian mentah, tapi juga bagaimana pengolahannya. kalau sudah mengolah, berarti itu sudah masuk industri manufkatur," kata Bambang.
Sektor berikutnya adalah perdagangan. Menurut Bambang, baik perdagangan ritel maupun perdagangan besar harus mampu mendorong konsumsi. Kemudian ada pula sektor konstruksi. Peran pemerintah dan juga mendorong swasta untuk ikut dalam pembangunan, dinilai akan langsung mendorong sektor tersebut.
"Dalam dua tahun terakhir, sektor konstruksi tumbuhnya lumayan, sekitar 6 persen lebih, artinya ini bisa jadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan, " ujarnya.
Sektor terakhir, yakni informasi dan teknologi yang kini permintaannya cukup besar seiring dengan semakin berkembanganya teknologi.
"Jadi kelima sektor ini lah yang kita harapkan mendorong pertumbuhan, plus ada dua sektor khsusus yang kita ingin kembangkan dan punya potensi mendorong pertumbuhan, yaitu pertama, sektor jasa keuangan dan pariwisata," kata Bambang.
Baca Juga: KEIN Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2017 di Atas Target
Menurut Bambang, sektor jasa keuangan kini menjadi penting, apalagi pemerintah masih punya misi keuangan inklusif ( financial inclusion). Saat ini, masyarakat Indonesia masih belum banyak yang mengenal bank atau punya rekening di bank.
"Ini salah satu area yang bisa digarap. karena jika financial inclusion membaik, jasa keuangan juga akan meningkat, masyarakat juga akan makin sejahtera. Mereka hanya bisa sejahtera jika punya akses ke jasa keuangan," ujarnya.
Sementara itu, untuk pariwisata, Bambang mengatakan peran pemerintah daerah sangat sentral dan pemda harus memiliki ambisi mengembangkan pariwisata di daerahnya.
"Dan harusnya Bappeda yang lebih tahu mengenai analisa ekonomi, harus bisa menceritakan kepada kepala daerah atau kepala dinas lain, kalau kita kembangkan pariwisata daerah maka multiplier effect-nya pengeolahan," kata Bambang.
Di sektor pariwisata, pelaku ekonomi yang terlibat tidak hanya pengusaha besar, tapi juga sampai pengusaha paling kecil. Lapangan kerja yang tercipta juga akan bervariasi, mulai dari manajer hotel sampai tukang parkir, tour guide, dan sebagainya.
"Kita juga bicara bagaimana mencitpakan pertumbuhan yang berkualitas dalam tempo yang singkat dan pariwisata bisa menjadi jawaban. Kita sedang berupaya agar kita menjadi lebih menarik bagi wisatawan asing," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
NWP Property Operasikan PLTS Atap di Empat Pusat Perbelanjaan
-
Pemerintah Mau Guyur Dana Rp 6 Miliar Buat Hidupkan Industri Tekstil
-
Tata Kelola Jadi Kunci Kepercayaan di Ekosistem Venture Capital
-
Pelaku Industri Keluhkan Kuota PLTS Atap Masih Jadi Hambatan
-
Shell, BP dan Vivo Diminta Bernegosiasi dengan Pertamina untuk Beli Solar
-
ESDM Beberkan Sosok Perusahaan Pemenang Tender Pembangunan WKP Telaga Ranu
-
CEO Danantara: 1.320 Huntara Bakal Diserahkan ke Korban Banjir Sumatera Besok
-
Perusahaan Dompet Digital Mulai Sasar Segmen Olah Raga
-
Pemerintah Buka Seluasnya Akses Pasar Ekspor untuk Redam Gejolak Ekonomi Global
-
Menko Airlangga Sebut Presiden Lebih Pilih Terapkan B40 Tahun Ini