Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan berdirinya Cre8 Community and Work Space di Mall PIK Avenue, Jakarta Utara, Selasa (7/2/2017). Co-Working space ini disebut- sebut sebagai yang terbesar se-Indonesia karena memiliki lebih dari 40 ruang kerja, dan memiliki event space yang mampu menampung hingga ratusan orang.
Mengusung tema diskusi, “Learning Under Fire”, Sandiaga Uno berbagi kisah suka-duka saat dirinya membangun bisnis dari nol.
“Learn under fire sebenarnya pengalaman saya juga, yang pernah di’fire’ (pecat) dari pekerjaan saya sebagai Chief Financial Officer di sebuah perusahaan investasi di luar negeri pada tahun ‘97”, kata Sandiaga Uno mengawali cerita di Cre8 PIK, Jakarta Utara.
Saat itu, kata dia tengah terjadi krisis besar- besaran di kawasan Asia termasuk Indonesia bahkan saat itu kurs rupiah naik hingga 2 kali lipat. Setelah itu, Sandiaga Uno memutuskan untuk kembali ke Tanah Air dan membangun bisnis konsultan bersama sahabatnya sejak bangku SMA bersama Rosan Roeslani. Singkat cerita, mereka memulai merintis bisnis dari kecil dan bersusah payah mencari klien, hingga Dahlan Iskan menjadi klient pertama mereka.
Ia menyatakan dirinya masih punya mimpi besar untuk membuka lebih banyak lapangan kerja mengingat, di Jakarta angka pengangguran masih tinggi, dan mereka kerap mengeluhkan sulitnya mendapat pekerjaan di Ibu Kota.
“Saya punya mimpi untuk lima tahun kedepan bila mendapat amanah, untuk melahirkan 200 ribu pengusaha di Jakarta. Fokus saya disitu dan programnya itu OK OCE , dimana kita akan bekerjasama UMKM dan startup untuk provide kegiatan ekonomi yang kita harapkan juga selain menciptakan lapangan kerja tapi menjadi proses pembelajaran,” kata Sandiaga menjelaskan.
Dirinya juga menyatakan perlunya menjalin kerjasama dengan penyedia jasa co- working space seperti ini. Sebab, pemerintah tidak akan bisa “jalan” sendiri tanpa membangun mitra dengan komunitas.
“Saya kira, pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Tapi harus hand in hand dengan kominitas untuk memastikan bisnis itu kondusif, berkembang, dan menciptakan lapangan kerja,” pungkas Sandi.
Baca Juga: Ahok Janji Kembangkan Virtual Office & Coworking Space
Dalam kesempatan yang sama, Group CEO vOffice x Cre8, Albert Goh menyatakan membuka peluang seluasnya untuk tim Anies- Sandi bila ingin mengadakan pelatihan bisnis di Cre8 Co- Working Space. Albert menilai tempat ini bisa menjadi “garasi” inovasi yang tepat karena ditunjang dengan fasilitas memadai di lokasi strategis dan populer di kalangan masyarakat.
“Kami mendukung penuh program OK OCE Anies- Sandi. Untuk itu kami siap untuk menjadi mitra dalam penyediaan tempat mentoring bisnis,” papar Albert.
Ia menjelaskan, kantor Cre8 terdiri dari banyak ruang kerja, dan event space yang cukup luas sehingga mampu menampung puluhan, hingga ratusan orang. Selain itu, Cre8 juga didesain secara modern dan menonjolkan kesan nyaman sehingga dapat mendorong munculnya ide- ide kreatif.
“Pelaksanaan pelatihan usaha sangat tepat dilaksanakan di Cre8 karena kami memiliki kelengkapan fasilitas perkantoran mulai dari ruang kerja, meeting room yang dilengkapi dengan alat- alat presentasi, event space yang luas, bahkan memiliki sarana hiburan. Jadi akan sangat memudahkan pelaksanaan pelatihan bisnis,” pungkas Albert. Turut hadir dalam peresmian tersebut adalah David Hilman (Founder Blitzmegaplex), Iman Kamil (CEO Unistellar), Erwin Soerjadi (CEO vOffice Indonesia), Anggawira (Koordinator Sahabat Anies-Sandi), Iqbal farabi (Wakil Koordinator Sahabat Anies-Sandi), dan Anthony Leong (Koordinator Anies-Sandi Digital Volunteer).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
10 Orang Terkaya di Dunia Januari 2026, Jensen Huang Resmi Masuk Jajaran
-
Janji Percepat Bangun Huntara, Menteri PU: Tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda Saat Ramadan
-
Penjelasan Kelola Dana Negara Rp200 T, Tegaskan Menkeu Tertipu Bank Himbara Hoaks
-
Berita Soal Rp200 Triliun Menguap Dipastikan Hoaks, Kemenkeu dan BRI Jamin Dana Aman
-
Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
-
Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah
-
5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun
-
Rencana Peleburan Bulog-Bapanas Masih Proses Pembahasan
-
Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP