Presiden Joko Widodo kembali meninjau langsung jalannya pengerjaan terowongan bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tahap pertama di Kawasan Setiabudi, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017). Pembangunan tahap pertama, yang menghubungkan kawasan Lebak Bulus-Bundaran HI, membentang sepanjang 16 kilometer dan diperkirakan akan melayani 173.400 penumpang setiap harinya.
Pembangunan Fase I yang dimulai sejak 10 Oktober 2013, rencananya akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang. Seluruh terowongan bawah tanah pada jalur tersebut juga telah tersambung. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat peninjauan.
"Seluruh terowongan yang dibangun untuk MRT sudah sambung, hari ini sudah sambung. MRT ini akan beroperasi insya Allah kurang lebih nanti pada Maret 2019. Tetapi pada saat Asian Games 2018, di atas semuanya sudah jadi dan sudah bersih," ujar Presiden di proyek terowongan bawah tanah MRT di kawasan Setiabudi, Kamis (23/2/2017).
Terkait dengan pendanaan, pembangunan MRT tersebut dibiayai oleh kombinasi dari APBN dan juga APBD sebagaimana yang disebutkan Presiden. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menyebut bahwa pendanaan pembangunan infrastruktur tersedia dari banyak sumber.
"Pendanaan ini banyak sekali, bisa dari APBN, kombinasi APBN dan APBD seperti yang di sini, kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha, dan bisa juga dari investasi. Jadi kombinasi-kombinasi itu saya kira bisa dilakukan. Itulah yang mempercepat pembangunan infrastruktur kita," ucapnya.
Dengan melihat hal tersebut, Kepala Negara meyakini bahwa pengerjaan pembangunan proyek tersebut dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Demikian halnya dengan pendanaan yang tersedia, memungkinkan pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur.
"Jadi, menurut saya masalah pembiayaan sampai saat ini belum ada keluhan baik dari kementerian dan BUMN serta swasta," kata Jokowi menambahkan.
Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan ini diantaranya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Baca Juga: Soal Freeport, Jokowi Ingin Win-Win Solution
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun
-
Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim