Bisnis / Makro
Jum'at, 03 Maret 2017 | 23:52 WIB
Ilustrasi investasi. [Shutterstock]

Suara.com - Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat bahwa konsumsi rumah tangga dan investasi, di daerah itu melambat selama triwulan IV tahun 2016.

"Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh sebesar 5,1 persen (yoy) lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 6,0 persen (yoy)," kata kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono, di Kendari, Jumat (3/3/2017).

Sementara investasinya pada triwulan IV 2016 kata Minot, hanya tumbuh 2,6 persen (yoy) setelah triwulan sebelumnya capai 7,0 persen (yoy).

Ia mengatakan, perlambatan laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga tersebut sebagai akibat telah kembali normalnya pengeluaran masyarakat pascaperayaan hari Idul Fitri dan hari raya Idul Adha di periode sebelumnya.

"Sementara itu, perlambatan yang terjadi dipengaruhi oleh investasi bangunan yang stagnan," katanya.

Menurut dia, hal tersebut juga tercermin dari data konsumsi semen yang tercatat mengalami perlambatan.

Dijelaskan, berdasarkan status penanaman modalnya, penanaman modal dalam negeri (PMDN) merupakan sumber perlambatan investasi di Sultra. [Antara]

Load More