Suara.com - Kurs dolar AS berakhir lebih rendah terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat atau Sabtu (4/3/2017) pagi WIB, setelah investor mempertimbangkan pernyataan terbaru Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen tentang kenaikan suku bunga berikutnya.
"Pada pertemuan kami bulan ini, Komite (Pasar Terbuka Federal) akan mengevaluasi apakah ketenagakerjaan dan inflasi terus berkembang sesuai dengan harapan kami, dalam hal penyesuaian lebih lanjut dari suku bunga federal fund kemungkinan akan tepat," kata Yellen dalam pidatonya di Klub Eksekutif Chicago, Jumat (3/3/2017).
Komentar Yellen muncul setelah beberapa pembuat kebijakan Fed menyatakan dukungan serupa untuk kenaikan suku bunga dalam waktu dekat awal pekan ini.
Para analis mengatakan kenaikan suku bunga sudah diperhitungkan oleh pasar menyusul pernyataan-pernyataan "hawkish" para pejabat Fed yang mendukung spekulasi bahwa bank sentral akan cenderung menaikkan suku bunga pada pertemuan Maret.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik secara luas di sesi pagi, tapi kemudian turun 0,63 persen dan diperdagangkan pada 101,560 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0606 dolar AS dari 1,0497 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2283 dolar AS dari 1,2251 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7592 dolar AS dari 0,7559 dolar AS.
Dolar AS dibeli 114,03 yen Jepang, lebih rendah dari 114,55 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS jatuh ke 1,0090 franc Swiss dari 1,0145 franc Swiss, dan turun tipis ke 1,3391 dolar Kanada dari 1,3400 dolar Kanada. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Penumpang KRL Jabodetabek Anjlok 29 Persen Akibat Kebijakan WFA
-
Tunaikan Zakat Fitrahmu, Dapatkan Manfaat Besar yang Belum Tentu Diperoleh Tahun Depan
-
Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA
-
IHSG Kembali Tertekan, Sesi I Turun ke Level 7.039
-
Prabowo: Indonesia Harus Hidup Sesuai Kemampuan, Defisit Fiskal Tetap Dijaga
-
OJK Tegaskan Debitur Bank Tak Kebal Hukum, Pelaku Manipulasi Kredit Dipenjara
-
Laba PANI Terbang 83 Persen di 2025, Efek Domino Gurita Bisnis PIK2
-
7 Agenda Utama RUPST BRI, Dirut Beri Bocoran Dividen Bakal lebih Tinggi
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
-
Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari