Rabu sore (8/3/2017), Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan Jacob Gedleyihlekisa Zuma. Presiden Zuma yang datang bersama Ibu Bongi Zuma tiba sekitar pukul 15.00 WIB di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
Keduanya disambut langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo sebelum upacara kenegaraan dilangsungkan. Setelahnya, lagu kebangsaan kedua negara diperdengarkan dengan diiringi oleh dentuman meriam sebanyak 21 kali. Veranda talk pun menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyambut kedatangan Presiden Zuma. Apalagi Afrika Selatan telah resmi ditunjuk untuk meneruskan tongkat estafet keketuaan IORA dari Indonesia.
Bila melihat latar belakang tersebut, tentunya akan banyak hal yang dapat menjadi kekuatan perekat hubungan kedua negara dalam pertemuan ini.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Afrika Selatan untuk keketuaan IORA periode 2017 sampai 2019. Indonesia akan mendukung penuh Afrika Selatan dan memastikan pelaksanaan rencana kerja IORA dalam kerangka tripartit," ujar Presiden Joko Widodo mengawali pertemuan bilateral.
Presiden Joko Widodo sendiri memandang penting pertemuan antara kedua negara ini. Sebagai dua negara berkembang sekaligus tergabung dalam keanggotaan negara-negara G20, ia mengharapkan agar kedua negara dapat menjadi motor penggerak dari Kerja Sama Selatan-Selatan.
Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan menghasilkan kesepakatan untuk lebih meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan. Kedua negara telah bersepakat untuk dalam waktu dekat membahas penurunan hambatan tarif dan nontarif bagi sejumlah produk dan komoditas unggulan kedua negara.
"Upaya peningkatan kerja sama perdagangan banyak dibahas dalam pertemuan tadi. Kita sepakat untuk segera membahas penurunan hambatan tarif dan nontarif bagi produk dan komoditas unggulan," Presiden Jokowi menerangkan dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral.
Dalam pertemuan itu, Indonesia juga mengusulkan kepada Afrika Selatan agar kerja sama perdagangan yang selama ini telah terjalin dapat lebih diperluas lagi dengan negara-negara tetangga. Di antaranya ialah dengan membuka jalur akses perdagangan menuju Southern African Customs Union (SACU).
Baca Juga: Jokowi Ajak Sri Lanka Perangi Illegal Fishing
"Kita sepakat untuk menugaskan menteri terkait melakukan tindak lanjut. Saya tadi juga menyampaikan kepada Presiden Zuma bahwa dalam dua bulan setelah hari ini, akan kita kirim menteri-menteri beserta pelaku bisnis ke Afrika Selatan," ujarnya.
Terkait dengan perhelatan KTT IORA yang telah berlangsung kemarin, Indonesia juga akan mengundang Afrika Selatan selaku ketua IORA yang baru untuk berpartisipasi dalam Indonesia-Africa Maritime Dialogue.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Afrika Selatan selama keketuaan Indonesia pada IORA. Indonesia berkomitmen untuk mendukung keketuaan Afrika Selatan di IORA untuk 2017–2019," tutur Jokowi.
Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Zuma sore ini turut menghasilkan tiga nota kesepahaman. Ketiga kesepahaman tersebut diharapkan akan semakin memperkuat kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang.
"Dalam kunjungan ini, telah ditandatangani tiga MoU di bidang pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, pelatihan dan pendidikan diplomatik, serta rencana aksi kemitraan strategis Indonesia-Afrika Selatan 2017-2021," tutupnya.
Mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo terkait hambatan perdagangan, dalam kesempatan yang sama Presiden Zuma juga menyatakan kesiapannya untuk bergerak menuju penghapusan hambatan perdagangan kedua negara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar