Presiden Joko Widodo menerima audiensi dari Panitia Seleksi Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kedatangan Pansel BPKH diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/3/2017).
Pansel BPKH yang diketuai oleh Mulya Efendi Siregar, hadir bersama dengan Wakil Ketua BPKH Yunus Husein dan Sekretaris Pansel BPKH Nur Syam. Sejumlah anggota Pansel BPKH juga tampak hadir bersama rombongan, di antaranya Halim Alamsyah, Zainul Bahar Noor, Nasaruddin Umar, dan Din Syamsuddin. Sedangkan dua anggota yang tidak hadir adalah Hadiyanto dan Aidir Amir Daud.
Adapun Presiden Joko Widodo dalam pertemuan tersebut didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Dalam pertemuan itu, Jokowi menggarisbawahi bahwa anggota Badan Pelaksana BPKH yang terpilih harus dapat bekerja secara profesional dan dapat mengelola keuangan haji secara profesional serta menguntungkan.
“Dan investasinya kepada proyek-proyek yang sudah jelas keuntungannya. Misalnya di jalan tol, pelabuhan, sehingga tidak dikhawatirkan dana ini akan hilang,” Jokowi sebagaimana disampaikan Mulya kepada para jurnalis usai pertemuan.
Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerangkan bahwa maksud kedatangan Pansel BPKH adalah untuk menyerahkan hasil kerja Pansel berupa nama-nama calon anggota BPKH.
"Jadi tim Pansel telah bekerja sekian lama dalam rangka untuk mengajukan nama-nama yang nanti akan ditetapkan Bapak Presiden sebagai Badan Pelaksana Dan Dewan Pengawas," ujar Lukman.
Lebih lanjut, pihak Pansel pun bersyukur dapat bekerja secara optimal dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh pemerintah. Mengingat seluruh tahapan di pansel sudah selesai dan menghasilkan 14 nama calon Badan Pelaksana BPKH dan 10 nama calon Dewan Pengawas BPKH.
Baca Juga: Jokowi Segera Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK ke DPR
"Puji syukur kepada Allah SWT bahwasanya Pansel yang sudah bekerja sejak tanggal 24 November 2016 sampai dengan 9 Maret 2017 telah menyelesaikan tugasnya" kata Mulya Effendi Siregar.
Untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2016, Badan Pelaksana BPKH paling sedikit terdiri atas lima orang anggota yang berasal dari unsur profesional, yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.
Sedangkan Dewan Pengawas terdiri atas tujuh orang anggota yang berasal dari unsur profesional, yakni dua orang dari unsur pemerintah dan lima orang dari unsur masyarakat.
“Dua itu adalah ex officio dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Agama sehingga yang diusulkan oleh Pansel yang berkaitan dengan Dewan Pengawas itu hanya 2 kali 5 yang dibutuhkan,” tutur Lukman.
Adapun 14 nama calon anggota Badan Pelaksana BPKH sebagai berikut:
1. Bidang Risk Manajemen: Ajar Susanto Broto dan Andi Bukhori;
2. Bidang Pengelolaan ESDM BPKH: Ahmad Zaki dan Rahmad Hidayat;
3. Bidang Penelitian Pengembangan BPKH: Anggito Abimanyu dan Doni Nuryawan;
4. Bidang Arah Investasi: Beni Wicaksono dan Teuku Umar Laksamana;
5. Bidang Pengelolaan Keuangan BPKH: Acep Riyana Jaya Prawira dan Agus Sabaruddin;
6. Bidang Operasional BPKH: A Iskandar Zulkarnain dan Hendiarto;
7. Bidang Hukum BPKH: Muhammad Yasin dan Huriah L Islami.
"14 orang nama calon anggota Badan Pelaksana yang akan segera dipilih dan ditetapkan Bapak Presiden menjadi jumlahnya tujuh orang," kata Mulya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak
-
Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa
-
Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!
-
Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi
-
Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok
-
Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun
-
BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru