- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan banyak kementerian/lembaga tidak maksimal menyerap APBN 2025.
- Total anggaran tak terserap yang dikembalikan K/L ke Kemenkeu telah melampaui angka Rp10 triliun.
- Tahun 2026, Menkeu akan memonitor penyerapan anggaran K/L setelah mendapat izin DPR RI.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan soal banyaknya kementerian dan lembaga (K/L) yang tak maksimal dalam menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Menkeu Purbaya menyebut kalau hal itu adalah isu anggaran K/L tak terserap adalah isu sensitif. Makanya hingga saat ini dirinya tak mau menyebut kementerian atau lembaga mana yang tak maksimal menyerap belanja anggaran 2025.
"Nah gini, rupanya itu jadi sensitif isu itu. Kalau saya sebutin namanya, dia akan berusaha mengambil duit sebanyak yang ada di tempat saya, walaupun enggak dibelanjain," katanya saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Ia mengakui kalau ada banyak K/L yang sudah mengembalikan dana tak terserap ke Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan. Meski begitu Purbaya hanya ingin kondisi fiskal tetap terkendali.
"Saya takut kalau saya sebutin, nanti besok dia minta lagi, cuma untuk menunjukkan ke orang bahwa dia bisa menyerap padahal ntar dibalikin juga," imbuhnya.
Namun untuk tahun 2026, Bendahara Negara mengklaim kalau dia mendapatkan restu dari DPR RI untuk memantau penyerapan anggaran K/L.
"Tapi tahun depan kan sudah dapat semacam izin dari Komisi XI untuk masuk ke kementerian-lembaga. Saya akan monitor penyerapan mereka seperti apa, bagus apa enggak, dampaknya maksimal apa enggak, sesuai enggak dengan programnya, dimakan apa enggak. Kayak gitu kira-kira," tegasnya.
Anggaran tak terserap K/L tembus Rp 10 T
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku saat ini makin banyak Kementerian atau Lembaga (K/L) yang mengembalikan anggaran ke Kemenkeu lantaran tak terserap hingga akhir tahun.
"Ada beberapa tapi saya lupa detailnya, tapi ada beberapa yang mengembalikan," katanya saat ditemui di Kejaksaan Agung (Kejagung), dikutip Jumat (28/12/2025).
Baca Juga: Purbaya Tarik Dana SAL Rp 75 T dari Perbankan demi Belanja Pemerintah
Ia mengaku kalau pengembalian anggaran sudah melebihi Rp 4,5 triliun dari yang sebelumnya telah diterima.
Menkeu Purbaya membeberkan, salah satu yang sudah mengembalikan anggaran tak terserap adalah Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selain itu dana untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga belum terserap maksimal.
"kalau enggak salah dari PU ada. Ada (dana) yang besar masuk ke kita. KUR juga enggak semuanya terserap. Ada sedikit macet beberapa triliun. Ada juga yang lain," lanjutnya.
Kendati begitu Purbaya tidak merinci lebih lanjut K/L mana yang paling banyak mengembalikan anggaran tak terserap ke negara. Tapi dia memastikan pengembalian anggaran tak terserap melebihi Rp 10 triliun.
"Target? (Rp 10 triliun) ada," jelasnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Tarik Dana SAL Rp 75 T dari Perbankan demi Belanja Pemerintah
-
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 5,2 Persen, Optimistis 6 Persen di 2026
-
Purbaya Akui Suntikan Dana SAL Rp 276 Triliun ke Bank Belum Optimal ke Ekonomi
-
Masyarakat Apresiasi Gerak Cepat Bina Marga Pulihkan Jembatan Lawe Mengkudu 1
-
Komitmen Dukung Konektivitas, Bina Marga Telah Pulihkan 10 Titik Jembatan Terdampak di Aceh
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Pemerintah Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah, Bahlil Minta Bank Biayai Hilirisasi
-
Saham MGLV Naik 4.271 Persen, Kini Resmi Dikuasai Raksasa Data Center
-
Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU
-
Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?
-
Saham BUMI Diborong Lagi, Target Harganya Bisa Tembus Level Rp500?
-
Eks Bos GOTO Resmi Masuk Jajaran MGLV, Bakal Masuk Sektor Teknologi?
-
Bocoran Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Dari Internal?
-
Riza Chalid Punya Anak Berapa? Putranya Kini Terancam Bui 18 Tahun
-
Emiten WTON Masuk Daftar 13% Perusahaan Top Konstruksi Dunia
-
BI Siapkan Rp 185,6 Triliun, Begini Cara Tukar Uang Lebaran