Berbicara pada seminar nasional bertajuk 'Optimalisasi Penerimaan Pajak Pasca Tax Amnesty' yang digelar oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) di hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (14/3/2017), anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengajak kaum muda yang berhimpun pada Kaukus Muda Indonesia (KMI) bisa menjadi bagian dari sejarah suksesnya perjalanan bangsa ini.
Misbakhun mencontohkan Bung Karno yang kala itu mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) di usia 21 tahun. Pada usia 44 tahun, Bung Karno diangkat menjadi Presiden RI I.
Terkait capaian program Tax Amnesty (TA), menurut Misbakhun, tahun ini adalah cikal bakal bagian dari reformasi perpajakan sebagaimana disampaikan Hestu Yoga Saksama, Direktur P2 Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang juga hadir menjadi narasumber seminar itu.
"Bagaimana pemerintah RI mereformasi perpajakan adalah lahirnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai laboratorium pertama reformasi perpajakan di Indonesia," kata Misbakhun.
Dikatakan Misbakhun, DJP merupakan lembaga yang sangat penting dalam penerimaan pajak. Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyampikan bahwa bayarlah pajak anda untuk pembangunan.
Mengenai realisasi penerimaan pajak yang seringkali tidak tercapai, diakui Misbakhun, pada tahun 2015 di era Presiden Jokowi, penerimaan pajak yang rendah karena situasi ekonomi memang belum memungkinkan untuk bangkit.
Sementara, situasi ekonomi saat ini, lanjut Misbakhun, adalah momentum paling tepat untuk pembenahan dari segala sisi dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh di sektor perpajakan.
"Animo masyarakat ikut Tax Amnesty adalah momentum paling penting kembalinya kepercayaan rakyat kepada negara, dan kepercayaan wajib pajak kepada negara," tegas politisi Golkar itu.
Baca Juga: Banyak Perangkat Desa Tak Paham Penggunaan Dana Desa
Misbakhun meyakini, kalau semua orang merasakan pentingnya pajak, maka, dirinya yakin orang-orang di negeri ini akan dengan sadar mendukung penerimaan pajak demi kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, dalam situasi apapun, mau tidak mau kita dukung reformasi perpajakan sebagaimana visi Nawacita Presiden Jokowi.
"Mari kita berikan dukungan sekecil apapun pajak yang kita bayarkan untuk mensejahterakan rakyat," pungkas Misbakhun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru
-
BRI Perkuat Transformasi Digital, Pengguna BRImo Tembus 45,9 Juta