Kementerian Sosial menggandeng Tahir Foundation guna mewujudkan target Indonesia Bebas Anak Jalanan tahun 2017. Rencananya, Tahir Foundation akan menghibahkan dana senilai Rp100 miliar yang akan digunakan untuk membangun Safe House Children Center di Jakarta.
"Terimakasih atas partisipasi Tahir Foundation ikut menyelesaikan persoalan anak-anak jalanan di Indonesia. Sesuai hasil Rakornas tahun 2015 Dinas Sosial se-Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan akhir 2017 Indonesia bebas jalanan," ungkap Khofifah, Selasa (21/3/2017).
"Komitmen tersebut ternyata belum berseiring dengan dukungan APBN naupun APBD. Alhamdulillah ahirnya ada filantropi yang mengulurkan tangan untuk membantu upaya ini," tambahnya.
Khofifah mengungkapkan, Safe House_Children Center_ ini nantinya berfungsi sebagai tempat atau rumah perlindungan bagi anak jalanan dan anak terlantar. Fokus utamanya adalah membantu pemenuhan hak-hak dasar anak dan membantu mereka wujudkan masa depan yang lebih baik.
Ide pembangunan Safe House_Children Center_ ini, lanjut Khofifah, adalah buah kunjungannya ke Beijing pada dekade tahun 90an. Disana ia melihat Pemerintah Cina mendirikan riset children center yang bisa memberikan solusi final bagi anak-anak jalanan dengan memberi sejumlah penguatan.
"Anak-anak dibekali pendidikan, keterampilan, dan berbagai aktivitas lain yang bisa menunjang kemandirian kehidupan mereka. Kalau fasilitas itu bisa disiapkan di Indonesia, di mulai dari Jakarta maka kita bisa memberikan harapan untuk anak-anak Indonesia bahwa ada tempat perlindungan yang aman dan nyaman sehingga kehidupan mereka bisa lebih baik lagi," ujarnya.
Khofifah mengungkapkan, situasi dan kondisi jalanan sangat keras dan membahayakan bagi kehidupan anak-anak. Ancaman kecelakaan, eksploitasi, penyakit, kekerasan, perdagangan anak, dan pelecehan seksual sering mereka alami. Kondisi ini juga sangat rentan terhadap pelanggaran bagi hak anak.
"Terutama resiko kekerasan dan eksploitasi seksual. Hari ketiga di jalanan kemungkinan mereka sudah tidak ada yang bebas dari sodomi," imbuhnya.
Resiko lainnya, tambah Khofifah adalah penjualan organ tubuh anak-anak di pasar gelap. Harganya yang fantastis juga menjadi penyebab maraknya penculikan anak di kota-kota besar.
Baca Juga: Mensos Minta Masyarakat Tak Cuek dengan Peredaran Narkoba
"Anak-anak jalanan adalah kelompok paling rentan karena mereka hidup di lingkungan keras dan tanpa pengawasan orangtua," terangnya.
Dikatakan, kerjasama yang dijalin Tahir Foundation dan Kementerian Sosial bukan kali pertama. Sebelumnya awal Januari lalu, Tahir Foundation juga memberikan bantuan senilai Rp20 miliar untuk membangun gedung serbaguna yang permanen untuk masyarakat Pidie Jaya - Aceh.
Sementara itu, Dato' Sri Prof. Dr. Tahir mengatakan persoalan anak jalanan menjadi keprihatinan bersama bangsa ini. Karena dari pengamatannya anak-anak yang hidup di jalan sangat rentan mengalami kekerasan baik secara fisik, mental, maupun seksual.
"Fase pertama kita siapkan Rp100 miliar untuk pembangunan satu Children Center . Mudah-mudahan bisa menjadi model untuk daerah-daerah lain seperti Surabaya, Makassar, dan Medan," ungkapnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Sosial pada 2015, jumlah anak jalanan di Indonesia tercatat sebanyak 33.400 jiwa yang tersebar di 16 provinsi, sedangkan anak jalanan yang mendapatkan layanan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) hingga tahun 2016, baru mencapai 6.000 jiwa.
Dengan jumlah anak jalanan yang tertinggi, tercatat berada di DKI Jakarta dengan jumlah sebanyak 7.600 anak. Disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah sebanyak 5.000-an anak, baru kemudian Jawa Timur dengan populasi sekitar 2.000-an anak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis