PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk. sebagai bank yang fokus kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), terutama pada sektor pertanian kembali menunjukkan komitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia. BRI kini memberikan dukungan kedaulatan pangan dengan menyukseskan program AKSI Pangan.
Diresmikan di Lembah Harau Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Jumat (24/3/2017), AKSI Pangan adalah akronim dari Akselerasi, Sinergi dan Inklusi Pangan. Sebagai langkah awal, program yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) teresbut melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kementerian Perdagangan serta 26 perbankan dan 3 perusahaan fintech / e-commerce.
Ada tiga fokus utama dalam program ini, yakni peran industri jasa keuangan, skema pembiayaan rantai nilai, dan inovasi pangan lewat fintech atau e-commerce. Program AKSI Pangan membidik enam tujuan diantaranya peningkatan pertumbuhan pembiayaan di sektor pertanian. "Tahun ini, OJK mendorong kepada bank-bank pendukung program tersebut untuk menaikkan kredit pangan minimal 15 persen," kata Hari Siaga Amijarso, Corporate Secretary BRI, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/3/2017).
Tujuan berikutnya adalah meningkatkan akses masyarakat petani terhadap jasa keuangan yang lebih luas, pemahaman sektor jasa keuangan terhadap bisnis sektor pertanian dan sektor pangan lebih baik serta memperbaiki tingkat kesejahteraan petani dan pelaku usaha mikro dan kecil. Selain itu, dalam program ini juga terdapat pendampingan bagi para petani dan peternak.
Program AKSI Pangan akan difokuskan pada para petani (sektor produktif) bukan pada sektor perdagangan. "Ini sesuai visi BRI, dimana BRI akan fokus menyalurkan kredit untuk sektor produktif. Khusus untuk sektor pertanian, alasannya adalah agar para petani bisa memproduksi tanaman pangan mulai dari menanam hingga memanen sehingga menciptakan multiplier effect yang lebih besar dibandingkan apabila menyalurkan kredit kepada sektor perdagangan," jelas Hari.
Dalam jangka panjang, apabila ketersediaan pangan melimpah akan menciptakan harga pangan yang stabil di masyarakat. Dengan harga yang terkendali maka inflasi juga dapat dikendalikan. "Disinilah BRI secara tidak langsung memiliki peran sebagai pendorong perekonomian masyarakat Untuk keterangan lebih lanjut dapat," tutup Hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang