Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, perusahaan teknologi Apple tengah membangun pusat riset di Green Office Park, Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang, Banten. Menurut dia pada Mei mendatang sudah bisa dimulai kelasnya.
"Apple Inovation Center sedang berjalan, tadi pihak Apple bertemu saya. Mudah-mudahan Mei nanti sudah bisa dimulai class-nya," kata Airlangga kepada wartawan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (30/3/2017).
Airlangga menuturkan, pada Mei mendatang Apple sudah mulai melakukan rekrutmen tenaga untuk pengajar. Namun untuk rekrutmen besar-besaran akan dilakukan pada September mendatang.
"Bulan Mei ini sudah merekrut untuk kampusnya," ujar dia.
Menurut Airlangga, lembaga riset Apple ini akan merekrut sebanyak 400 tenaga lokal. Lembaga ini pada tahap awal akan bekerjasama dengan Universitas Binus.
"Sehingga dalam waktu satu tahun sudah ada 400 (tenaga) yang bisa bekerja dengan ekosistem Apple. Mereka membutuhkan trainer of trainer, guru," terang dia.
Sedangkan nilai investasinya adalah sebesar USD44 juta. Lembaga ini akan mengembangkan aplikasi.
"Jadi aplikasinya untul Apple inforentment, tapi biasanya aplikasi ini bisa juga untuk yang non consumer base industri. bisa juga aplikasi sesudahnya untuk enterprise aplikasi. Tapi dengan masuknya Apple mendorong kebijakan yang dilakukan mengenai local content, inovasi, skin investasi yang baru diintroduce enam bulan yang lalu memang membuahkan hasil," tandas dia.
Baca Juga: CEO Apple Dorong Dunia Bangun Hubungan Dagang dengan Cina
Pembangunan pusat riset ini merupakan bentuk komitmen Apple untuk memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar