Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-RI berupaya meningkatkan kerja sama bidang ekonomi khususnya investasi dan tenaga kerja dengan Negara Qatar.
Delegasi DPR-RI dipimpin Wakil Ketua Dr. Agus Hermanto dalam pertemuannya dengan Wakil Ketua Majelis Shura Qatar, Isa Bin Rabeah Al Kuwari secara khusus mengundang Majlis Shura atau parlemen Qatar berkunjung ke Indonesia guna memperingati 40 tahun hubungan bilateral kedua negara.
Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan, Kamis (23/3/2017) menyebutkan, delegasi DPR-RI didampingi Dubes RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi.
Anggota delegasi DPR-RI terdiri dari anggota DPR berbagai parpol yaitu Muhammad Syamsul Luthfi (Demokrat), Wahyu Sanjaya (Demokrat), Zulfikar Achmad (Demokrat), Hartanto Edie Wibowo (Demokrat), Siti Hediati Hariyadi (Golkar), Nasril Bahar (PAN) dan Mukhlisin (PPP).
Dalam sambutannya, Dr. Agus Hermanto memaparkan kokohnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Qatar yang dimulai sejak tahun 1976 dan memberi banyak manfaat bagi kedua negara.
Disampaikan pula apresiasinya terhadap kerjasama bilateral kedua negara khususnya investasi dan tenaga kerja. "Terima kasih atas kontribusi yang mulia dalam peningkatkan hubungan dengan Indonesia," ujar Agus. Sementara itu Isa Al Kuwari mengatakan kunjungan DPR ke Qatar menandakan kuatnya hubungan kedua negara. Keberadaan Majlis as-Shura sebagai lembaga legislatif serta mekasnisme kerja dan wewenang Majlis Shura seperti halnya parlemen di Indonesia.
Agus menyambut baik investasi Qatar di sektor telekomunikasi, bank, pertambangan, pertanian, pembangkit listrik, perhotelan di Indonesia.
Wakil Ketua DPR yang juga merangkap Wakil Ketua Dewan Perwakilan dan Koordinator bidang Industri dan Pembangunan ini mengapresiasi pembelian saham PT Paiton Energy senilai USD 1,3 Miliar pada akhir Desember lalu oleh BUMN Qatar, Nebras Power yang juga akan membangun pembangkit listrik di Belawan, Sumatra Utara senilai senilai 750 juta Dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: RS Qatar akan Serahkan Rekam Medis Sri Rabitah Selasa Depan
Agus menegaskan komitmen Indonesia untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif agar dapat menjadi tujuan investasi Qatar. "Saat ini Indonesia memiliki Undang-Undang Jaminan Investasi yang melindungi semua pihak, baik investor asing dan dalam negeri dengan perlakuan yang sama.
Dubes Basri menyambut baik kunjungan Wakil Ketua DPR karena khususnya menjelang rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia pada akhir tahun 2017. Mantan anggota DPR ini menyampaikan KBRI Doha tengah menjajaki rencana investasi Sheikh Fahad bin Hamad bin Khalifa Al-Thani, guna membangun mall di Aceh dan menfasilitasi investor Qatar pada sektor perhotelan dan pertanian guna mengejar visi ketahanan pangan Qatar 2030. Pemerintah RI tengah membahas berbagai proyek investasi senilai USD 1 Milyar bersama Qatar Investment Authority.(Antara)
Berita Terkait
-
Misbakhun Ingin Penerimaan Negara Diperkuat di RUU Penyiaran
-
Bahas RUU Penyiaran, Misbakhun Pertanyakan Kepemilikan Frekuensi
-
Promosikan Investasi di Indonesia, BKPM ke Denmark dan Prancis
-
BKPM: 2 Perusahaan Jerman Mau Investasi Smelter 800 Juta Dolar AS
-
MKD: Ada 3 Laporan Pelanggaran Etik Novanto Terkait e-KTP
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar