Sebanyak 25 Chief Executive Officer (CEO) dari perusahaan-perusahaan Perancis berkunjung ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pagi ini, Rabu (29/3/2017). Kunjungan 25 CEO perusahaan papan atas Perancis tersebut merupakan bagian dari kunjungan Presiden Perancis Francois Hollande yang siang hari ini bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Perusahaan-perusahaan asal Perancis tersebut menyampaikan apreasiasinya terhadap iklim investasi serta beberapa concerns terutama terkait stabilitas regulasi dan pentingnya kebijakan perdagangan dan investasi yang saling mendukung.
Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea menyampaikan delegasi investasi dari Perancis tersebut merespons positif berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah. “Ada tiga perusahaan yang secara khusus mengemukakan mengenai pentingnya stabilitas regulasi yang ada di Indonesia,” ujarnya sesuai mewakili Kepala BKPM dalam menerima delegasi investasi dari Perancis di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (29/3/2017).
Menurut Tamba, Perancis merupakan salah satu negara Eropa yang menyumbang investasi ke Indonesia. Dalam lima tahun terakhir (periode 2012-2016) investasi dari Perancis mencapai USD 701,5 juta atau berada di peringkat 16 dari 133 negara. “Lima sektor utama investasi Perancis adalah industri makanan 18 persen, logam dasar 15 persen, elektronik 15 persen, listrik gas dan air 15 persen, industri non logam 14 persen dan pertambangan 10 persen,” paparnya.
Sedangkan untuk lokasi, mayoritas investasi Perancis berada di Jawa 65 persen, sementara lainnya di Sumatera 12 persen, Maluku 10 persen, Bali dan Nusa Tenggara 9 persen dan Kalimantan 4 persen.
Pemerintah melakukan berbagai langkah konkret untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Salah satu indikatornya adalah kenaikan peringkat dalam Ease of Doing Business dari posisi 106 menjadi 91 atau naik 15 peringkat. Selain itu, beberapa terobosan kebijakan seperti layanan izin investasi 3 jam, serta berbagai paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan dengan semangat deregulasi.
Sebelumnya, pada tanggal 17 Maret 2017, Kepala BKPM juga menyelenggarakan kegiatan kunjungan kerja promosi investasi di Paris, Perancis. Pada kunjungan tersebut, Kepala BKPM melakukan pertemuan dengan Mouvement des entreprises de France (MEDEF), dan berpartisipasi pada Economic Cooperation and Development (OECD) Informal Reflection Group on Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H
-
Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan