Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melantik 8 pejabat eselon II di Kemenko Perekonomian, Rabu (5/4/2017). Darmin mengingatkan kepada bawahannya pejabat-pejabat yang dilantik untuk selalu bersikap tekun, cermat, dan jujur.
Bekerja sebagai pegawai pemerintah, menurut Darmin, lebih merupakan bukti pengabdian.
"Siapa bilang tempat orang jadi kaya? Kalau Anda kaya di pemerintahan ada yang tidak beres. Anda bekerja untuk pengabdian," kata Darmin, Rabu (5/4/2017).
Darmin berharap, para pegawai di Kemenko Bidang Perekonomian dapat menjalankan pekerjaan dengan baik, tekun, cermat, dan jujur.
"Saya tidak minta Anda bekerja di atas batas kemampuan Anda, tapi hanya tekun, cermat, dan jujur. Kalau dengan cara itu, pasti hasil kerjanya luar biasa," ujar dia.
Menurutnya, pemerintah Joko Widodo sudah memasuki masa pertengahan periode pemerintahan. Dalam perjalanannya, pemerintah harus mencermati program atau kebijakan yang sudah berjalan, yang sedang disiapkan, dan yang belum berjalan.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada seluruh pegawainya untuk fokus bekerja demi masyarakat di Indonesia.
"Kami baru merancang pendidikan dan pelatihan vokasi, kebijakan pemerataan ekonomi, dan masih ada beberapa yang belum dimulai, bahkan belum tahu persis cara merancangnya. Contohnya revolusi mental, dari awal didengar, tapi bagaimana mau dijalankan wong belum ada yang merumuskan," tutur Darmin.
Selain itu, Pegawai Kemenko Bidang Perekonomian, lanjut Darmin, harus mengubah metode atau perilaku kerja, bukan lagi seperti di masa lalu. Kantor ini, Ia menuturkan, membutuhkan pegawai yang tekun, cermat, dan jujur.
Baca Juga: Darmin Nasution Ungkap Alasan 5 Muka Lama Gagal di Tes OJK
"Kami sebenarnya tidak memerlukan orang-orang luar biasa, IQ tinggi, yang biasa-biasa saja. Tapi yang tekun, cermat, dan jujur. Tekun supaya pekerjaan terus meningkat, harus cermat supaya bisa kritis, dan tekun supaya hasil kerja menjadi luar biasa," katanya.
Berita Terkait
-
Reaksi Marah Menteri Darmin saat Anak Buahnya Salah Kasih Laporan
-
Tahun Ini, RI Peringkat 91 untuk Ease of Doing Business
-
Darmin Sebut Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XV Segera Diluncurkan
-
Inilah Kesepakatan Ekonomi yang Dihasilkan KTT IORA 2017
-
Harga Komoditi Perkebunan Turun, Pemerintah Perkuat Riset
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok