Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) menandai dimulainya peremajaan rumah susun (Rusun) Sukaramai yang dilakukan oleh Perum Perumnas di Medan, Sumatera Utara, Rabu (5/4/2017). Peremajaan dilakukan terhadap bangunan Rusun yang lama yang berjumlah 14 bangunan berlantai 4, yang nantinya akan dibangun menjadi 4 bangunan setinggi 20 lantai dengan jumlah unit tiap bangunan 516 unit atau total sebanyak 2.064 unit.
Menteri Basuki memberikan apresiasi kepada Perumnas yang telah melakukan inovasi untuk mewujudkan kualitas hunian vertikal yang lebih baik bagi penghuninya dan meningkatkan kapasitas huniannya. Sebelumnya penghuni Rusun Sukaramai sudah tinggal selama 32 tahun dalam lingkungan Rusun yang kurang memadai. Selain itu melalui peremajaan Rusun ini, akan menambah jumlah hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sejalan dengan Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Pemerintah.
“Peremajaan ini merupakan yang pertama di Indonesia yang dilakukan Perumnas dan dilakukan tanpa dana APBN. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan cara yang tidak biasa karena dilakukan masyarakat secara sukarela. Tidak mudah mengajak masyarakat untuk mau seperti itu. Setelah selesai, saya harap masyarakat bisa merawat Rusun dengan baik, bisa lebih bijak dan ramah dengan kehidupan di lingkungan Rusun karena hidup berkomunitas tidak mudah, perlu toleransi yang tinggi” jelas Menteri Basuki.
Turut menyaksikan groundbreaking yakni Menteri BUMN Rini Soemarno, Jaksa Agung HM. Prasetyo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Walikota Medan Tengku Zulmi Eldin dan Direktur Utama Perumnas Bambang Triwibowo.
Sementara turut mendampingi Menteri Basuki, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Paul Ames Holomoan dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan dengan adanya peremajaan Rusun Sukaramai ini akan mengurangi kekurangan pasokan perumahan (backlog) khususnya di Kota Medan yang mencapai 192 ribu unit rumah.
Sementera itu Dirut Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan pada tahap pertama, sebanyak 5 bangunan lama akan diremajakan menjadi 2 bangunan baru dengan total unit sebanyak 1.344. Pada saat proses pembangunan tahap pertama dilakukan, kegiatan relokasi kepada penghuni lama dilakukan paralel dengan memberikan kompensasi hunian peralihan sementara yang tidak jauh dari lokasi ini.
“Dengan dilakukannya peremajaan terhadap rumah susun ini, maka bangunan akan mampu menampung lebih banyak orang dan tentunya karena disertai dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang baik, kualitas hidup penghuni akan semakin baik,” jelasnya.
Baca Juga: Pertemuan Awal Komite Tapera Bahas Pembentukan BP Tapera
Rumah susun Sukaramai ini nantinya akan dilengkapi dengan unit komersial sebanyak 425 unit sekaligus fasilitas sosial dan fasilitas umum, antara lain: ruang serbaguna, parkir, klinik, sarana ibadah, Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Pendidikan Alquran, Taman dan kolam renang.
“Kami sangat mengapresiasi penghuni lama yang kooperatif atas dilakukannya peremajaan ini. Kami berharap proses peremajaan ini dapat segera dilakukan di rumah susun lainnya dan didukung pula oleh para penghuni lama,” jelasnya.
Dalam program Perumnas selanjutnya adalah peremajaan Rusun Kemayoran, Kebon Kacang, Ilir Barat Palembang dan seterusnya. Upaya ini juga dilakukan bekerjasama dengan PT KAI dengan semangat sinergi BUMN yang memulai pembangunan Rusun di atas stasiun kereta api yaitu Tanjung Barat, Pondok Cina dan lain-lain sebagai Transit Oriented Development (TOD). Serta bekerja sama dengan PD Pasar Jaya memulai pembangunan rumah susun diatas pasar diantaranya Pasar Blok G Tanah Abang, Pasar Grogol, Pasar Cempaka Putih. (
Berita Terkait
-
Pertemuan Awal Komite Tapera Bahas Pembentukan BP Tapera
-
Kementerian PUPR Bangun 62 Tower Rusun Ponpes Tahun 2015-2017
-
Pemerintah Targetkan Bangun 1000 Kilometer Jalan Tol di 2015-2019
-
Ini Rincian Program Keterpaduan Infrastruktur Indonesia Timur
-
Kementerian PUPR Rencanakan Keterpaduan Infrastruktur 2018
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun
-
Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026