- Menteri ESDM Bahlil memastikan ketersediaan BBM, LPG, dan listrik aman selama Nataru 2025/2026 melebihi cadangan minimum nasional.
- Stok BBM bersubsidi (Pertalite) tercatat 19 hari, melampaui batas minimum nasional sekitar 17 hingga 18 hari.
- Ketersediaan listrik dipastikan aman dengan daya pasok 56.164,82 MW melebihi beban puncak 46.493,35 MW.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan BBM, LPG, dan listrik pada masa natal dan tahun Baru (nataru) 2025/2026 berada di atas minimum cadangan nasional.
Ia merinci untuk stok produk BBM bersubsidi seperti Pertalite atau RON 90 levelnya berada pada angka 19 hari dengan volume 1,5 juta kilo liter (kl).
"Alhamdulillah itu di atas cadangan minimum nasional, 19 hari. Cadangan minimum kita kurang lebih sekitar 17 sampai 18 hari, ini kita di atas cadangan nasional, 19 hari," ujar Bahlil saat menggelar konferensi persi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (19/12/2025).
Sementara RON 92 atau Pertamax stoknya berada pada level 23 hari dengan volume 664.108 kl. Kemudian Pertamax Turbo atau RON 95 stoknya di level 31 hari dengan volume 78.313 kl.
"Untuk bensin ini menunjukkan kerja apik dari tim, dalam hal ini Pertamina, BPH Migas, maupun dari ESDM dalam mengawal," kata Bahlil.
Produk BBM jenis solar bersubsidi atau solar CN 48 stoknya berada di level 15 hari dengan kapasitas 1,5 juta kl. Angka itu kata Bahlil tergolong aman, karena berada di atas angka cadangan minimum, yakni 14 hari.
Kemudian untuk solar non subsidi atau solar CN 53 yang umumnya digunakan di sektor industri stoknya berada di level 25 hari dengan volume 52.655 kl. Lalu avtur berada di level 29 hari dengan volume 429.852 kl, dan kerosene di level 27 hari dengan kapasitas 36.376 kl.
"Artinya dari sisi stok BBM, cadangan nasional kita untuk menjelang Nataru Insha Allah aman. Jadi saudara-saudara kita yang mau Natal jangan ada pikiran tentang stok BBM, Insya Allah semua aman," kata Bahlil.
Lebih lanjut, untuk LPG stoknya berada di level aman. Tercatat stoknya sebesar 314.394 metrik ton (MT) dengan asumsi 25.832 MT per hari. Sehingga level ketersediaannya berada di angka 12,17 hari.
Baca Juga: Kemenhub Proyeksikan 119,5 Juta Orang Wara-wiri pada Nataru
Untuk ketersedian daya listrik juga berstatus aman. Diperkirakan selama perayaan Natal dan Tahun Baru beban puncaknya akan mencapai 46.493,35 megawatt (MW), sementara daya pasok yang tersedia berada di angka 56.164,82 MW.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan