Suara.com - Masalah kesenjangan sosial di Indonesia, sepertinya masih terlihat jelas hingga sekarang. Entah apa yang menyebabkan kesenjangan ini begitu tampak nyata, saat orang kaya semakin kaya, dan sebaliknya orang yang miskin semakin terpuruk. Kesenjangan kelas menengah atas dengan kelas menengah ke bawah rupanya sudah mengakar di Indonesia ini.
Seharusnya, kesenjangan ini tidak begitu tampak karena tingginya tingkat etos kerja yang dimiliki oleh masyarakatnya. Sebagian orang yang mungkin memiliki keterbatasan, masih bisa berkarya dengan cukup baik jika ada kemauan dalam dirinya untuk berubah. Selain itu dukungan dari pemerintahnya juga penting. Sementara di negara kita, sepertinya masyarakat dan pemerintah masih kurang kompak dalam mengatasi masalah ini.
Berikut ini 5 penyebab utama mengapa orang kaya makin kaya dan si miskin makin melarat di Indonesia :
Orang Kaya Memiliki Visi, Orang Miskin Tidak memiliki Kontrol
Dalam poin pertama ini kita berbicara masalah mental antara orang kaya vs orang miskin. Coba Anda perhatikan, mental orang kaya lebih kuat. Orang yang siap kaya sudah tahu kehidupan seperti apa yang ingin mereka bangun. Mereka memperjelasnya dengan membentuk sebuah visi, berupa gambaran yang detail tentang impian mereka yang akan diwujudkan.
Sebaliknya, mental orang miskin biasanya cenderung pasrah, dan merasa tidak bisa mengontrol jalannya roda kehidupan mereka. Mereka tidak akan memiliki visi dalam kehidupanya, sehingga terkadang mereka bingung harus melakukan apa. Visi adalah peta yang akan mengantarkan kita sampai ke tujuan besar.
Orang Kaya Punya Mimpi Besar, Orang Miskin Hanya Besar Bicara
Mungkin ini terkesan menyudutkan orang miskin, namun kenyataanya memang seperti itu. Jika kita melihat orang kaya, umumnya mereka memang memiliki mimpi yang besar, yang begitu mereka yakini dapat tercapai. Menjalani dengan bekerja keras dan pantang menyerah, akan mereka hadapi demi tercapainya mimpi tersebut.
Sebaliknya, orang miskin umumnya hanya bisa berkomentar dengan apa yang mereka inginkan. Tidak ada tindakan yang dilakukan, mereka hanya bisa berbicara saja, seperti “tong kosong nyaring bunyinya”. Setelah si orang kaya berhasil membuktikannya, barulah si miskin bisa berhenti bicara.
Orang Kaya Selalu Berpikir Untuk Menang, Orang Miskin Selalu Takut Kalah
Perbedaan si kaya dan si miskin juga terlihat bila mereka dihadapkan pada sebuah persaingan. Dalam persaingan apapun, orang kaya akan memutar otak untuk bisa memenangkannya. Persaingan dianggap hal yang wajar, serta kalah atau menang adalah dua hal yang memang harus dihadapi.
Sementara orang miskin, selalu berpikir untuk melindungi apa yang mereka miliki. Mereka tidak mau berkorban besar untuk hal yang mungkin bisa merubah nasib mereka. Mereka sangat takut untuk kalah. Mental si miskin selalu merasa cepat puas terhadap apa yang sudah dimilikinya.
Orang Kaya Melihat Peluang, Si Miskin Melihat Rintangan
Orang kaya akan selalu fokus dalam melihat peluang. Mereka akan melakukan apa saja, dengan cara yang benar, untuk mencapai tujuan akhir yaitu menuju sukses. Permasalahan yang muncul juga akan bisa mereka bereskan satu persatu.
Sementara orang miskin, selalu akan terpaku pada rintangan. Belum maksimal sudah banyak mengeluh, baru berusaha sedikit saja sudah takut gagal. Mental seperti ini tentunya hanya akan membawa kita terjebak dalam ketakutan sendiri.
Orang Kaya dan Orang Miskin Berbeda Komitmennya
Ternyata komitmen juga bisa menjadikan perbedaan antara si kaya dan si miskin. Orang kaya cenderung akan menetapkan tujuan, bekerja keras dan menunjukan komitmen yang kuat serta tidak akan berhenti berusaha semaksimal mungkin, sebelum tujuanya tercapai.
Sementara orang miskin, mereka tentu memiliki impian, namun mereka tidak berani untuk menetapkan visi dan misi mereka dalam meraihnya. Jika sudah begitu, hasilnya saat ada rintangan kecil saja, mereka akan menyerah begitu saja.
Ingin Menjadi Kaya, Harus Bermental Seperti Orang Kaya
Mutlak, jika memang ingin hidup menjadi orang kaya, Anda harus memiliki mental orang kaya terlebih dulu. Mental adalah dasar yang mendorong kemauan anda untuk hidup lebih baik. kendalikan rasa takut anda, gambarkan visi kehidupan dan apa yang diinginkan dalam hidup. Jika mental saja sudah kaya, tidak mustahil kita juga bisa jadi kaya raya.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi
-
Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat