Suara.com - Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) memaparkan, industri properti Indonesia saat ini mulai melonjak. Hal ini ditandai dengan masifnya pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan industri properti.
Dengan begitu nantinya diperkirakan akan banyak investor yang menanamkan modalnya di Indonesia. Apalagi saat ini biaya produksi di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara lainnya di Indonesia.
Presiden Jokowi berkomitmen untuk menempatkan Indonesia pada peta investor global dengan melakukan serangkaian reformasi termasuk deregulasi dan proses lisensi yang cepat untuk proyek infrastruktur utama. Hal tersebut seiring dengan langkah Indonesia yang terus mengembangkan infrastruktur multinasional yang akan terus mendukung kelancaran bisnis kedepannya.
Stabilitas mata uang domestik juga akan menimbulkan kepercayaan pebisnis global untuk menanamkan modalnya di Indonesia, mengingat Renminbi (mata uang Cina) dan Dolar Amerika telah mengalami devaluasi.
Tenaga kerja muda dan berpendidikan di Indonesia juga menjadi magnet bagi perusahaan multinasional, seperti Lamudi sebuah portal properti global. “Salah satu faktor yang menentukan kami memilih Indonesia sebagai tempat beroperasi adalah negara ini memiliki tenaga kerja yang berambisi, berpendidikan, dan masih berusia muda,” ucap Mart Polman Managing Director Lamudi Indonesia.
Namun, untuk terus merangsang keberlanjutan investasi, pemerintah harus terus menstimulasi konsumsi domestik, meningkatkan pendidikan, dan meningkatkan kemudahan berbisnis di negara ini. Itu sejalan dengan apa yang dilaporkan Reuters pada Juni di salah satu artikel mereka bahwa pegawai yang memiliki kemampuan sebenarnya hanya mampu menyelesaikan sekitar 10 persen dari total pekerjaan.
Dan hal itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa hanya ada satu perusahaan teknologi di Indonesia yang mencapai status unicorn dengan valuasi 1 miliar dolar AS. Vietnam berada di depan untuk hal mengentaskan kekurangan skill di negaranya mengalahkan Thailand, Indonesia, dan Malaysia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri